Anggota KPPS di Ciamis Meninggal Dunia, Penyebabnya Diduga Akibat Kelelahan

anggota KPPS di Ciamis meninggal dunia
KTP Wahyu, anggota KPPS di Ciamis meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalankan tugas di TPS pada Pemilu 17 April lalu. Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Anggota KPPS di Ciamis meninggal dunia. Diketahui anggota KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) itu bernama Wahyu (30), warga Dusun Manis RT 02/RW01 Desa Sagalaherang, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dia meninggal dunia setelah sebelumnya sakit akibat kelelahan pasca menuaikan tugas di TPS (Tempat Pemungutan Suara) pada Pemilu 17 April lalu.

Kepala Desa Sagalaherang, Latif Yustra Sutarnan, saat dihubungi HR Online, Minggu (05/05/2019), membenarkan kabar Anggota KPPS di Ciamis meninggal dunia. Menurutnya, Wahyu meninggal dunia diduga akibat kelelahan dan kurang tidur setelah dalam tiga malam berturut-turut menjalankan tugas sebagai anggota KPPS. “Setelah selesai pelaksanaan Pemilu, Wahyu langsung jatuh sakit. Menurut kabar dari warga, penyakit asma dan maagnya kambuh,” ujarnya.

Sebelum jatuh sakit, lanjut Latif, Wahyu dikabarkan mengalami muntah-muntah. Awalnya, kata dia, keluarganya mengira Wahyu mengalami masuk angin. “Tapi kemudian penyakit asma dan maagnya kambuh. Dari situ kemudian Wahyu jatuh sakit dan mendapat perawatan,” katanya.

Berdasarkan informasi dari rekannya sesama anggota KPPS, kata Latif, selain kurang istirahat, Wahyu pun diketahui banyak merokok dan minum kopi saat bertugas di TPS hingga larut malam. “Kabarnya sih begitu. Tapi apakah penyebab asma dan maagnya kambuh akibat rokok dan kopi, itu harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis. Hanya kalau orang yang memiliki penyakit asma memang pantrang merokok, karena bisa memicu penyakitnya kambuh,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Ketua BPD Desa Sagaherang, Rusmana, mengatakan, setelah menunaikan tugas di TPS, Wahyu langsung jatuh sakit hingga dua kali dilakukan pemeriksaan ke dokter puskesmas. “Setelah dua kali berobat, kondisi kesehatan Wahyu sempat membaik. Tapi beberapa hari kemudian sakit lagi dan dibawa kembali ke Puskemas Gardujaya. Saat dirawat di puskesmas itulah Wahyu meninggal dunia,” ujarnya, saat dihubungi HR Online, Minggu (05/05/2019).

Sebelumnya seorang pengawas TPS di Ciamis meninggal dunia pada Jum’at malam (26/4/2019). Nanda Dewi Rahmalia (26) nama pengawas TPS tersebut, gugur dalam perjalanan menuju Puskesmas Kawali ketika akan dirawat.

Meninggalnya Nanda diduga karena kelelahan pasca Pemilu serentak pada 17 April 2019 lalu. Nanda bertugas sebagai pengawas di TPS 21 Dusun Sindang Girang, RT 43 RW 14, Desa Citeureup, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Sehari-hari Nanda bekerja sebagai guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bangsal, Desa Darmaraja, Kecamatan Kawali. Nanda meninggalkan seorang anaknya yang masih balita, berusia 3 tahun.

Dengan begitu, petugas penyelenggara Pemilu di Ciamis yang meninggal dunia akibat kelelahan sebanyak dua orang. Sementara kejadian seorang anggota KPPS di Ciamis meninggal dunia menambah daftar panjang anggota KPPS di Indonesia yang meninggal dunia akibat kelelahan setelah menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pemilu di TPS. (Edji/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA