Jadi Bersih, Warga di Banjar Ini Sulap Irigasi Jadi Kolam Ikan

Irigasi disulap Jadi Kolam Ikan
Warga saat membersihkan irigasi yang disulap jadi lokasi budidaya ikan. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Puluhan warga di perbatasan Kelurahan Bojongkantong-Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, saat ini tengah semangat membersihkan saluran irigasi milik pemerintah. Mereka sengaja melakukan itu untuk menyulap saluran air tersebut menjadi seperti halnya kolam ikan.

Pantauan Koran HR, sejumlah masyarakat tampak mengais sampah yang ada di irigasi yang belum digunakan oleh warga. Tak hanya dibersihkan, mereka juga memasang pembatas dan penyaring agar sampah tidak masuk saat air mengalir.

Edi, salah satu warga, mengatakan, irigasi yang sekarang sudah bersih dari sampah tersebut saat ini dimanfaatkan oleh warga setempat untuk budidaya berbagai macam ikan, mulai dari jenis mujair, gurameh, patin, lele serta jenis lainnya.

“Tadinya ini kotor sekali dan penuh sampah. Sekarang kan jadi terlihat lega, bersih dan lebih bermanfaat. Kalau saya ini sudah semingguan lalu membersihkan lokasi ini, kalau warga lainnya sudah ada yang 3 bulan, bahkan ikannya sudah ada yang dimakan,” kata Edi sambil membersihkan irigasi bersama Maskur, Selasa (14/05/2019).

Ia menambahkan, dalam penggunaan irigasi tersebut sebagai tempat budidaya ikan diklaim sudah mendapatkan izin dari pihak terkait. Adapun untuk jarak lokasinya, ia menyebut sesuai keinginan warga yang akan mengurusnya.

“Bebas mau berapa panjangnya. Intinya ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dan ini juga untuk kepentingan masyarakat. Memang saat ini semuanya masih pribadi, mudah-mudahan saja ada bantuan biar di sini semakin semangat warganya,” jelasnya.

Senada juga dikatakan Samsudin, warga lainnya. Ia bersyukur bisa memanfaatkan irigasi tersebut untuk pembesaran ikan. Selain irigasi menjadi bersih, masyarakat juga bisa merasakan manfaat lebih dari irigasi, bukan hanya sebatas sebatas pemasok air di pesawahan saja.

“Airnya kan dari sungai apur yang pengairan Banjar-Manganti itu. Kalau kemarau kan airnya pasti dialirkan ke sini, kalau musim seperti sekarang kan otomatis masih ada. Jadi kita tidak bingung soal air,” kata Samsudin.

Meskipun saat ini masih sendiri-sendiri, kata Samsudin, ke depan diharapkan adanya bantuan berupa ikan dari pemerintah. Hal itu agar masyarakat lebih terbantu dalam budidaya ikan di lokasi milik pemerintah itu.

“Mudah-mudahan saja ke depan ada (bantuan, red). Tapi intinya ini perlu dicontoh bagi warga lainnya dalam hal menjaga kebersihan lingkungan, terutama irigasi yang kerap menjadi sasaran tempat pembuangan sampah. Padahal, kalau dimanfaatkan sebaik mungkin, itu sangat luar biasa sekali manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA