Saat Ngabuburit, Jambret di Banjar Babak Belur Dihajar Massa

Pelaku penjambretan, Sutarman (26), warga Dusun Sindanggalih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, babak belur dihajar massa. Photo : Hermanto/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Aksi penjambretan kembali terjadi di Kota Banjar. Kali ini, seorang penjambret berhasil ditangkap dan menjadi bulan-bulanan warga. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kapten Jamhur, Sabtu (11/05/2019) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Aksi pelaku terbilang nekad. Pelaku yang diketahui bernama Sutarman (26), warga Dusun Sindanggalih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar ini, melakukan aksinya di tempat keramaian saat warga sedang melakukan aktivitas “ngabuburit” menunggu waktu berbuka puasa.

Dalam aksinya, pelaku menjambret ponsel Android milik korban bernama Novi Amalia Supriatin (31), warga Lingkungan Parunglesang, Kelurahan/Kecamatan Banjar.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun Koran HR, kejadian itu berawal saat korban sedang “ngabuburit” menggunakan sepeda motor Yamaha Mio bernopol Z 5890 YO di wilayah dekat Taman Kota, dan waktu itu salah satu anaknya memainkan ponsel.

Tiba-tiba dari arah belakang pelaku yang menggunakan sepeda motor Yamaha F1ZR langsung merebut ponsel milik korban dan langsung tancap gas ke arah Jalan Husen Kartasasmita, lalu belok kanan ke arah Jalan Kapten Jamhur.

Tak terima dijambret, korban pun langsung mengejarnya, dan tepat di Jalan Kapten Jamhur, sepeda motor korban langsung ditabrakan ke sepeda motor milik pelaku hingga keduanya tersungkur. Saat itu pula korban berteriak minta tolong.

Tanpa dikomando, warga yang berada dekat di lokasi kejadian langsung menangkap dan menghajar pelaku hingga babak belur. Aksi massa ini sempat membuat arus lalu lintas di jalan tersebut macet.

“Saya kira tadi kecelakaan biasa, tapi setelah korban berteriak jambret, saya bersama warga lainnya langsung menangkap pelaku dan menghajarnya rame-rame,” ujar Indra, salah satu warga.

Beruntung, aksi massa dapat diredam setelah ada dua anggota Reskrim Polres Banjar yang tengah berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian, petugas pun mengamankan pelaku dari amukan warga dan langsung membawanya ke Mapolsek Banjar.

Sementara itu, Novi Amalia yang menjadi korban penjambretan, dengan dua anaknya Tasya (6) dan Razik (2), mengalami luka-luka. Mereka pun langsung dibawa ke klinik terdekat oleh warga untuk mendapatkan perawatan.

Sejumlah warga memang sudah geram dengan kerapnya aksi penjambretan yang terjadi di wilayah Kota Banjar. “Aksi penjambretan memang sering terjadi di Banjar, dan mungkin pelakunya ini yang sudah sering melakukan aksi kejahatan tersebut,” ungkap Yasir (28), salah satu warga yang berada di lokasi.

Kapolsek Banjar, Kompol. Dadi Suhendar, menjelaskan, saat diintrogasi petugas, pelaku mengaku sudah sering melakukan aksi penjambretan di wilayah Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis.

“Pelaku juga mengaku kalau barang-barang hasil menjambretnya itu dijual dan uangnya pakai untuk keperluan si pelaku sendiri. Pelaku juga mengaku sudah sering melakukan aksi kejahatan, terutama aksi penjambretan. Dia melakukan aksinya sebanyak 8 kali di Langensari, 20 kali di Banjar, dan 11 kali di wilayah Lakbok, Kabupaten Ciamis,” terang Kompol. Dadi.

Lantaran aksi kejahatannya sering dilakukan dan terjadi puluhan kali, maka pihak Polsek Banjar pun menyerahkan kasus tersebut ke Satreskrim Polres Banjar, Polda Jabar.

“Pelaku sangat sering melakukan aksi kejahatan dan dia pun sudah menjadi target operasi polisi. Karena TKP-nya banyak, kami pun melimpahkan kasus ini ke Mapolres Banjar,” jelas Kapolsek Banjar.

Kini pelaku mendekam di balik jeruji ruang tahanan Mapolres Banjar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. (Hermanto/Koran-HR)