Mahasiswa di Banjar Jadi Korban Penipuan di Aplikasi Akulaku

Aplikasi Akulaku
Syahrul Mubarok, saat menunjukkan kronologi penipuan yang menimpa dirinya. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Salah satu Mahasiswa di Kota Banjar menjadi salah satu korban penipuan di dunia maya. Ia tiba-tiba mendapatkan On Time Pasword (OTP) dari salah seorang yang mengaku dari pihak Aplikasi Akulaku, penyedia cicilan barang tanpa Credit Card (Kartu Kredit).

Syahrul Mubarok, korban, mengatakan, kejadian tersebut bermula saat dirinya akan membeli handphone dengan cara kredit via Akulaku. Saat sudah membayar Down Payment (DP), namun setelah beberapa hari tak juga dikonfirmasi oleh pihak penyedia barang. Setelah ia melayangkan protes via cuitan di Twitter ke Customer Service (CS) Akulaku, tidak lama kemudian dia mendapatkan telepon dari orang yang mengaku dari Akulaku.

“Awalnya saya senang karena barang saya terkonfirmasi, tapi ternyata penelpon itu yang mengaku dari Akulaku itu meminta OTP. Sialnya saya berikan saja OTP itu. Setelah beberapa waktu kemudian, smartphone yang saya inginkan datang. Namun alangkah kagetnya saat saya mendapatkan tagihan sebanyak Rp 647 ribu  dari transaksi yang menurut saya belum pernah saya lakukan,” jelas Syahrul kepada Koran HR, Selasa (07/05/2019).

Setelah ia selidiki, lanjut Syahrul, ternyata ada seseorang yang menggunakan akunnya untuk melakukan kredit tanpa agunan (KTA) kilat dengan jumlah uang sebesar Rp 647 ribu. Lantaran ia bingung tak memiliki uang untuk membayar itu, akhirnya ia terpaksa melaporkan ke aparat Kepolisian.

“Saat ke polisi, saya disarankan untuk menunggu tagihan selanjutnya agar polisi bisa mengetahui alur penagihan di Akulaku. Meski saya sudah menjelaskan agar saya bisa mendapatkan surat keterangan dari polisi yang gunanya akan dijadikan alat bukti sanggah ke Akulaku melalui OJK, namun surat dari polisi tersebut akhirnya kandas,” tuturnya lagi.

Lantaran tagihan belum dibayar, Syahrul mengaku mendapatkan telepon berulangkali dari Akulaku. Karena merasa risih, akhirnya ia terpaksa hutang ke teman untuk melunasinya.

“Saya kapok pokoknya memberikan OTP ke orang lain. Karena kejadian ini, saya akan berusaha melaporkan kejadian ini ke Akulaku melalui OJK. Kronologinya sudah jadi, tinggal melangkah ke tahapan selanjutnya,” tutur Syahrul.

Menanggapi kasus tersebut, Amar, salah satu praktisi bisnis online, mengatakan, dirinya memberikan catatan bagi semua pengguna aplikasi apapun, terutama yang berkaitan dengan keuangan, untuk tidak memberikan OTP kepada siapapun. Pasalnya, OTP salah satu kunci utama suatu akun yang dimiliki oleh penggguna yang dikirimkan ke nomor ponsel pemilik akun.

“Ya kalau kejadiannya sudah seperti ini cukup repot urusannya. Saran saya adalah korban mendatangi polisi untuk meminta surat keterangan, dan selanjutnya ke OJK untuk memberikan sanggah ke penyedia cicilan. Dengan begitu, penyedia tersebut akan melakukan penelusuran terhadap orang yang menarik uang via KTA Kilat itu,” jelasnya kepada Koran HR.

Menurutnya, penyedia cicilan tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan yang masih bisa dimanfaatkan oleh oknum orang yang tidak bertanggungjawab. Berulangkali dirinya juga menjumpai orang-orang yang menjadi korban karena kasus serupa, yakni mendapatkan telepon dari orang yang mengaku pihak Akulaku dan meminta OTP.

“Harusnya kekurangan ini menjadi acuan agar mereka membenahi sistem, dan layanan CS harus fast respon. Jika tidak demikian, bisa jadi akan banyak lagi korbannya,” pungkas Amar. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA