Malam Takbir di Ciamis, Lampion Pelangi Bakal Hiasi Langit Lakbok

Lampion Pelangi
Ilustrasi lampion pelangi. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Para pemuda di Desa Sukanagara, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis kembali memeriahkan malam takbir nanti bersama masyarakat. Seperti tahun sebelumnya, mereka menggelar pawai obor serta penerbangan lampion pelangi.

Wahid, panitia penyelenggara, menjelaskan, antusias masyarakat dalam kegiatan malam takbir idul fitri pada tahun lalu sangat luar biasa sekali, sehingga di tahun ini pihaknya pun menggelar lagi. Masih dengan konsep yang sama, ia menginginkan agar Lakbok juga bisa dikenal dengan agenda tahunan yang menarik ini.

“Dalam pelaksanaan ini tentunya para pemuda tidak sendirian, kita melibatkan berbagai pihak, seperti instansi pemerintahan, organisasi masyarakat maupun kepemudaan di Lakbok. Termasuk pendanaan ini juga kita secara swadaya atau iuran. Jadi, ini salah satu ungkapan kebahagiaan kita menyambut hari kemenangan,” kata Wahid kepada HR Online, Minggu (26/05/2019).

Pawai obor yang rencana akan digelar di Lapang Desa Sukanagara ini, lanjut Hamid, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang menyiapkan 10 abid, 300 obor, 14 dan 40 obor seribu dan simbol 1440 H di tengah lapang. Sedangkan paling dinanti adalah penerbangan 99 lampion pelangi di penghujung acara.

“Dari 99 lampion ini kita maksudkan sebagai simbol Asmaul Husna yang mana jumlahnya 99. Jadi, melalui ini kita mengharapkan kebaikan untuk semua warga di sini, kedamaian serta kebersamaan antar warga itu sangat penting, apalagi kemarin habis pemilu,” imbuh Wahid yang juga Kader Ansor Lakbok.

Ia mengungkapkan, penerbangan lampion tersebut terinspirasi dari event Dieng Culture Festival yang hampir selalu digelar tiap tahunnya. Karena itu, ia mengharapkan Lakbok ke depan bisa dikenal bukan hanya dari sisi pertanian semata, namun juga dari sisi kreativitas pemudanya yang mengenalkan Lakbok dengan berbagai cara.

“Semoga saja ke depan semakin muncul kreativitas para pemuda untuk mengenalkan Lakbok, khususnya kegiatan yang bersifat menumbuhkan kebersamaan. Syukur-syukur bisa menjadi daya tarik destinasi wisata yang dapat berdampak pada perekonomian warga,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)