Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita PangandaranPangandaran Masih Kekurangan TPD

Pangandaran Masih Kekurangan TPD

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Daerah Pangandaran berencana akan menganggarkan untuk pengangkatan Tim Penggerak Desa (TPD) yang didanai dari APBD Kabupaten.

Menurut Sekretaris Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DKBP3A), Tonton, TPD Pangandaran saat ini berjumlah sebanyak 54 orang.

“Jumlah 54 orang tersebut belum berbanding lurus dengan jumlah Desa yang ada di Kabupaten Pangandaran yang mana jumlahnya sebanyak 93 Desa,” kata Tonton.

TPD, jelas Tonton, merupakan petugas penyuluh KB non PNS yang didanai dari APBD Provinsi Jawa Barat. Supaya program dan kegiatan KB di Pangandaran bisa berjalan maksimal, maka perlu penambahan TPD yang ditugaskan di setiap Desa.

Dari 54 TPD Pangandaran yang ada, kata Tonton, cukup terbantu dengan adanya 4 orang penyuluh KB yang berstatus PNS.  

“Harapan kami, pada pembahasan anggaran APBD Kabupaten mendatang penambahan TPD yang didanai dari APBD Kabupaten dapat terwujud,” pungkas Tonton.

Sementara itu, salah satu Penyuluh KB Kecamatan Cijulang, Galih Faizal Adam, mengatakan, Bidang KB di Kabupaten Pangandaran telah menorehkan sejumlah prestasi. Seperti halnya pada tahun 2018 Pangandaran berhasil meraih juara ke-1 kepesertaan metode kontrasepsi jangka panjang tingkat Provinsi Jawa Barat.

Selain prestasi yang pernah diraih, lanjut Galih, Pangandaran juga telah melaksanakan MOU 3 Plus 1 yang mana program di dalamnya meliputi kampung KB, kepesertaan ber-KB dan penggalian potensi Desa serta launching Laksar Juara Majukan Desa.

“Pada kegiatan tersebut dihadiri oleh 1.350 penyuluh KB dan 2000 tenaga penggerak desa se-Jawa Barat. Program inti dari kegiatan di atas di antaranya merealisasikan statting melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dalam bentuk mengkonsumsi makanan yang bergizi. Kegiatan tersebut sebagai aplikasi mengkalaborasikan antata visi dari Gubernur Jawa Barat tentang juara lahir batin melalui kolaborasi dan inovasi,” terangnya. (Enceng2/Koran HR)