Pemkot Banjar Dorong BUMDes Kembali Menggeliat

Pemkot Banjar
Rakordes Jabar 2019 yang diikuti sejumlah kepala desa, pengelola BUMDes, dan Tenaga Profesional Pendamping Desa, di Sabuga Bandung, Rabu (15/05/2019). Photo: Istimewa.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pemkot Banjar melaluiKepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik (PMPDKBPol) Kota Banjar, Sahudi, berharap seluruh desa di Kota Banjar bisa menjalankan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal itu seiring digalakannya program BUMDes Juara oleh Pemprov Jabar dan Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.

“Ekonomi desa melalui dorongan dan penguatan kapasitas BUMDes ini menjadi fokus pemerintah pusat maupun daerah. Tujuannya tiada lain untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa,” katanya, kepada Koran HR, Senin (20/05/2019).

Menurut Sahudi, setiap desa tentunya mempunyai keunggulan masing-masing. Sehingga, keberadaan BUMDes bisa mengembangkan produk unggulannya masing-masing, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes), serta peningkatan pembangunan desa. Terlebih dikaitkan dengan program Satu Desa Satu Produk, maka polanya dinaungi oleh BUMDes.

Dia juga menyebutkan, bahwa saat ini di Kota Banjar hanya beberapa BUMDes saja yang eksited. Sehingga, BUMDes lainnya perlu didorong bersama-sama agar kembali hidup, tak terkecuali oleh setiap pemerintah desanya.

“Supaya BUMDes di Kota Banjar bisa bergeliat, kami mencoba mengirimkan pengelola BUMDes untuk mengikuti Bimtek atau pembinaan yang dilaksanakan PMD Jabar pada berbagai kesempatan,” ujarnya.

Bahkan, belum lama ini pihaknya mengirimkan empat pengelola BUMDes, yaitu BUMDes Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, BUMDes Kujangsari, BUMDes Langensari, dan BUMDes Waringinsari, Kecamatan Langensari, untuk mengikuti pameran produk unggulan BUMDes di Sabuga Bandung, pada tanggal 14-15 Mei lalu, dalam acara Rapat Koordinasi Desa (Rakordes) Jabar 2019.

Selain itu, pihaknya juga menghadirkan tiga kepala desa, yaitu Kepala Desa Mekarharja, Kujangsari, dan Kepala Desa Rejasari. Dipilihnya tiga kepala desa tersebut sebagaimana desa menuju mandiri dan BUMDes yang bisa dibilang masih tetap eksited di Kota Banjar saat ini.

Sahudi menjelaskan, pada saat Rakordes se-Jabar itu, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menetapkan ribuan CEO BUMDes yang akan diturunkan ke setiap desa di Jabar. Nantinya CEO BUMDes akan membantu pengelolaan dan pengembangan BUMDes.

“Program itu menjadi pilot project nasional. Semoga saja Jabar Juara Lahir Bathin dengan desa juara dapat terwujud, dan tentunya oleh kita mampu diselaraskan dengan visi misi Banjar Berseri,” harap Sahudi.

Dalam Rakordes juga diluncurkan pendaftaran program Patriot Desa dan Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara). Patriot Desa akan diturunkan pada desa yang belum punya BUMDes. Sedangkan, untuk Maskara akan diberikan ke desa-desa yang menjuarai lomba desa.

Sementara itu, Kabid. Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPDKBPol) Kota Banjar, Yudi, di damping Kasi. Kelembagaan Desa, Ineu, menambahkan, berdasarkan catatan PMD Provinsi Jabar, keberadaan BUMDes di Kota Banjar saat ini hanya ada tiga BUMDes yang eksis, dan 13 BUMDes masuk kategori dalam proses pembentukan.

“Dari 16 BUMDes yang ada di Kota Banjar, 3 eksis. Namun sebenarnya 13 BUMDes itu pun ada yang berjalan, tapi ya memang ada yang kurang jalan,” kata Ineu.

Terkait Lomba BUMDes Jabar, pihaknya berencana di tahun 2019 ini akan mengikutsertakan BUMDes Kujangsari. Setelah di tahun 2018 lalu, BUMDes Mekarharja berhasil menjadi yang terbaik atau juara pertama dalam lomba BUMDes se-Jabar.

“Sementara, untuk program bantuan penyertaan modal BUMDes dari Pemprov Jabar, tahun 2019 ini yang diajukan Pemkot Banjar adalah BUMDes Mekarharja dan BUMDes Kujangsari. Untuk tahun berikutnya diharapkan BUMDes lainnya mengikuti lomba BUMDes Juara, dan diajukan bantuan penyertaan modal dari Jabar,” imbuhnya.

Untuk itu, penting bagi seluruh BUMDes di Kota Banjar bisa menggeliat hidup dan berkembang demi peningkatan perekonomian desa. Bahkan, Kementerian PDTT menyarankan BUMDes yang ada di desa-desa untuk segera melakukan kolaborasi atau kerjasama antar BUMDes di sekitarnya.

“Jadi membentuk BUMDes bersama untuk bisa melihat hasil skala ekonomi yang lebih besar atau lebih tinggi. Ini juga seiring dengan harapan Pemkot Banjar,” pungkas Ineu. (Nanks/Koran HR)