Perangkat Desa di Pangandaran Tolak People Power

Perangkat Desa Babakan Pangandaran. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Tokoh masyarakat dan Perangkat Desa di Pangandaran menyatakan penolakan terhadap kasi pengerahan massa atau people power yang ditunjukkan ketidakpercayaan terhadap penyelenggara Pemilu. Mereka mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati keputusan KPU pada 22 Mei nanti.

Seperti halnya jajaran Desa Babakan Pangandaran, mereka menyatakan dakam video berdurasi 53 detik yang tersebar di WhatsApp menolak people power yang diyakini inkonstitusi. Pasalnya, pengerahan masa tersebut dinilai bertentangan dengan konstiusi dan prinsip-prinsip demokrasi. Mereka juga mengajak untuk berlapang dada dengan hasil dari KPU.

Tak hanya Desa Babakan, BPD Desa Cimerak, Kecamatan Cimerak juga menyatakan penolakan atas propaganda untuk tidak mempercayai penyelenggara pemilu. Wahidin, BPD Desa Cimerak, menyatakan pihaknya secara tegas menolak ajakan untuk aksi yang dinilai berlawanan dengan konstitusi tersebut.

“Lebih baik kita menunggu hasil dari KPU Pusat saja. Apapun hasilnya, kita harus terima. Mari kita jaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, jaga kondusifitas agar Negara kita tetap aman,” katanya, Sabtu (18/05/2019).

Sementara itu, HR Online saat mengonfirmasi perihal pengerahan ke Jakarta, Abdul Hakim, salah satu kader Gerindra, mengungkapkan bila kader Gerindra menyatakan kesiapannya berangkat dan bergabung ke Jakarta untuk melakukan aksi ketidakpercayaan terhadap hasil Pemilu. Meksi begitu, ia enggan menyebutkan massa yang akan berangkat dari Pangandaran ke Jakarta. (Entang/R6/HR-Online)