Polemik Pasar Malam, Pemuda & Masyarakat di Banjar Tolak Camat “Plin-Plan”

Camat Langensari saat menjelaskan perihal Pasar Malam
Beberapa pemuda yang mengatasnamakan aliansi masyarakat Langensari, saat menggeruduk Kantor Kecamatan Langensari, yang diterima langsung oleh Camat Langensari, Asno Sutarno. Foto: Nanang/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Polemik soal Bazar Ramadhan atau pasar malam di Alun-alun Langensari, Kota Banjar belum juga usai. Belasan pemuda yang mengatasnamakan masyarakat Kecamatan Langensari kembali menggeruduk Kantor Kecamatan Langensari, Senin (20/05/2019), sekira pukul 14.00 WIB.

Bahkan, mereka datang sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Tolak Camat Plin-Plan”. Pada prinsifnya kedatangan mereka ke kantor kecamatan itu untuk menuntut agar Bazar Ramadan yang masih dibiarkan berlangsung segera dibubarkan.

Koordinator aksi, Sugeng, dalam orasinya menegaskan, tuntutan massa ini menginginkan agar aktivitas Bazar Ramadan tidak boleh digelar di Alun-alun Langensari, sekarang dan untuk selamanya.

“Bubarkan Bazar Ramadan . Sudah menjadi kesepakatan dan konsensus bersama saat 2016 lalu. Semua OKP, Karang Taruna, tokoh agama, serta masyarakat telah menyepakati tidak ada lagi pasar malam untuk saat ini dan sampai kapan pun di Alun-alun Langensari,” tegasnya.

Maka tak berlebihan jika massa dalam aksi ini meminta Camat Langensari berkomitmen dengan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya, dan tidak ada kesepakatan di atas kesepakatan yang telah dibuat.

“Kami menuntut agar Camat Langensari mampu bersikap tegas dan tidak plin-plan dalam memutuskan suatu kebijakan,” kata Sugeng.

Peserta aksinya lainnya, Muhamad Baqir, yang juga selaku Ketua KNPI Kecamatan Langensari, mengatakan, apabila di kemudian hari ada pejabat yang dengan sengaja atau tidak sengaja memberikan rekomendasi, atau izin kegiatan yang sama di Alun-alun Langensari, maka siap dihentikan dari jabatannya.

“Bila kemudian hari ada pejabat baik sengaja atau tidak sengaja masih memberi rekomendasi atau izin gelaran Bazar Ramadan di Alun-alun ini, maka pejabat tersebut harus siap dihentikan dari jabatannya,” tandas Baqir.

Menyikapi tuntutan pendemo, Camat Langensari, Asno Sutarno, menyatakan kesiapannya untuk merealisasikan kesepakatan pertama yang telah melibatkan seluruh elemen masyarakat, sebagaimana yang menjadi tuntutan aksi massa tersebut.

“Saya mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Saya siap untuk bertanggungjawab dan membubarkan kegiatan tersebut dengan mengintruksikan pihak berwajib,” ucap Asno.

Selanjutnya, dalam aksi tersebut dituangkan kembali kesepakatan bersama, yang pada intinya tidak akan diizinkan lagi gelaran tersebut di Alun-alun Langensari. Termasuk kesepakatan jika di kemudian hari pejabat sengaja atau tidak sengaja mengizinkan kembali, maka siap dihentikan dari jabatannya. Kesepakatan yang dibuat itu disaksikan oleh Kapolsek Langensari, AKP. Aah Herwawan, dan sejumlah pihak keamanan.

Usai aksi, yaitu pada sore harinya  massa kembali mendatangi atau melakukan sweping area tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengecek kalau pasar tersebut jadi dibubarkan oleh pihak berwenang atau pihak terkait.

Pantauan Koran HR di lapangan, hingga Senin malam (20/05/2019), sudah tidak ada lagi hiburan maupun wahana permainan yang dioperasikan. Hanya satu dua pedagang saja yang masih membuka standnya.

Sedangkan, pada hari Selasa (21/05/2019), para pedagang yang sebelumnya membuka stand di bazar sudah terlihat membongkar dan mengangkut standnya. Kemungkinan mereka akan pindah ke tempat lain.

Seperti diberitakan HR Online sebelumnya, Bazar Ramadan di Alun-alun Langensari, Kota Banjar, tidak jadi dibubarkan. Hal itu seiring dengan adanya pernyataan tidak keberatan dari warga setempat atas penyelanggaraan tersebut.

Sebuah surat pernyataan bersama pun ditandatangani oleh pihak pengelola bersama perwakilan warga setempat di Kantor Kecamatan Langensari, Jumat (17/05/2019). Kesepakatan itu tercapai setelah Camat Langensari, Asno Sutarno, memanggil kedua belah pihak pihak, yakni pengelola, Suyono Yudi Hartono, dan perwakilan masyarakat, Intan Eka Wibawa.

Tampak hadir pula sejumlah elemen masyarakat, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk duduk bersama mencari solusi terbaik, bertempat di Kantor Kecamatan Langensari.

Berkumpulnya sejumlah elemen masyarakat tersebut merupakan tindak lanjut guna menyikapi beredarnya surat peringatan bernada ancaman agar kegiatan tersebut segera dibubarkan.

Dalam musyawarah bersama yang juga disaksikan Kapolsek Langensari, AKP. Aah Hermawan itu akhirnya menghasilkan beberapa poin yang disepakati. Pada dasarnya, masyarakat Langensari tidak keberatan dan menerima kegiatan seperti itu di Alun-alun Langensari.

Pihak penyelengga pun akan mengakhiri kegiatan bazar ramadan pada tanggal 30 Mei 2019 atau 25 Ramadhan 1440 H. Masyarakat Langensari melalui perwakilannya pun siap menerima kesepakatan yang telah ditentukan tersebut.

Pengelola pasar malam, Suyono Yudi Hartono, dan Intan Eka Wibawa sebagai perwakilan masyarakat, usai menandatangani kesepakatan terlihat saling bersalaman yang menandakan sama-sama menerima dan siap menjalankan kesepakatan yang tersebut.(Nanks/Koran HR)