Ratusan Warga Banjar Ikuti Tradisi Ziarah Sambut Ramadhan

Ratusan masyarakat saat berziarah di komplek Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa di Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Ratusan warga Banjar dari sejumlah desa di Kecamatan Langensari dan Kecamatan Pataruman menyambut bulan suci Ramdhan dengan berziarah ke makam ulama dan pahlawan di Kota Banjar dan sekitarnya. Tradisi yang rutin digelar tiap tahun tersebut dipimpin langsung oleh KH. Munawir Abdurrohim, Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Rabu (01/05/2019).

Pantauan Koran HR, ratusan masyarakat memulai ziarah di makam KH. Abdurrohim, pendiri Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo. Kemudian, dilanjutkan ke makam KH. Mad Salam, Makam Pahlawan Banjar, makam pendiri Pesantren Ayah Cibeunter, Syekh Sobrowi di Randegan, Syekh Sanusi Langensari, Mbah Bandi Tambakreja Lakbok, KH. Daldiri Cintaratu Lakbok, KH. Muhammad Fadlil Kalapasawit Lakbok, dan terakhir ke makam salah seorang penyebar agama Islam di Kelurahan Bojongkantong, KH. Usman.

Pengasuh Ponpes Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, KH. Munawir, mengatakan, tradisi ziarah ke makam ulama dan pahlawan tersebut merupakan bentuk pengingat kepada masyarakat, bahwa semua orang akan mengalami kematian. Karena itu, dengan adanya ziarah diharapkan ibadah masing-masing individu semakin meningkat dan semakin semangat berbuat kebaikan.

“Kita juga bisa mencontoh bagaimana perjuangan mereka selama hidupnya yang menghibahkan jiwa dan raga demi keutuhan Negara ini, dan juga syiar Islam. Maka sepatutnya kita sebagai penerus menghargai jasa mereka, dengan mendo’akan agar diberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” katanya.

Menghadapi bulan Ramadhan, KH. Munawir juga mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan ketaqwaan kepada Alloh SWT, dan meningkatkan amal baik antara sesame agar puasa selama satu bulan penuh bisa memberikan keberkahan bagi masyarakat itu sendiri.

Di tempat yang sama, salah satu Anggota DPRD Kota Banjar dari Fraksi PKB, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad, yang ikut dalam kesempatan tersebut, mengatakan, tradisi ziarah ke makam ulama dan para pahwalan harus dilestarikan oleh masyarakat.

Menurutnya, selain sebagai pengingat bahwa semuanya akan kembali ke pangkuan Sang Pencipta, juga sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa dan perjuangan para pendahulu.

“Sebagai contoh KH. Abdurrohim, kiprah beliau tidak hanya sebagai penyebar agama Islam di wilayah Langensari saja, tapi beliau juga bersama-sama berjuang melawan penjajah Belanda. Perjuangan beliau tentu harus kita teladani, termasuk tokoh-tokoh lain yang ada di Banjar dan sekitarnya, seperti Syekh Sobrowi, Syekh Sanusi dan lainnya,” katanya, kepada Koran HR.

Guna memberikan rasa khidmat selama bulan suci Ramadhan, lanjut Gun Gun, ia pun mengharapkan warga bisa tetap menjaga toleransi antar umat beragama, saling menjaga sopan santun serta mengurangi hal-hal yang provikatif di media sosial.

“Pada intinya kita mengharapkan puasa selama satu bulan nanti bisa dilaksanakan penuh dengan ketenangan, khidmat dan penuh kegembiraan. Maka dari itu, hal-hal yang berpotensi mengganggu dan memperkeruh suasana Ramadhan, mudah-mudahan bisa diminimalisir,” tandas Gun Gun. (Muhafid/Koran HR)