Hujan Deras Timbulkan Rentetan Bencana Longsor di Pamarican Ciamis

Bencana longsor
Bencana longsor di wilayah Desa Mekarmulya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Hujan Deras yang mengguyur sejak minggu (28/04/2019) malam, membuat bencana longsor terjadi di wilayah Desa Mekarmulya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Puluhan rumah pun tertimpa dan mengalami kerusakan. Selain puluhan rumah yang rusak, longsor juga membuat akses jalan alternarif penghubung antar desa terputus dan melumpuhkan nadi perekonomian masyarakat.

Pantauan Koran HR, Senin (29/04/2019), sejumlah rumah di Dusun Karangcingkrang, Desa Mekarmulya, mengalami kerusakan akibat tertimbun longsoran tebing dengan ketinggian di atas 10 meter. Begitupun hektaran sawah yang baru ditanami padi hancur akibat disapu banjir lumpur.

Sugiri (58), warga Dusun Karangcingkrang, RT 06 RW 02, Desa Mekarmulya, mengaku rumahnya mengalami kerusakan cukup parah setelah tertimpa longsoran tebing setinggi 15 meter.

“Longsor ini terjadi pada tengah malam, saat hujan masih deras. Sebelumnya, saya mendengar suara gemuruh di belakang rumah. Tidak lama kemudian, suara gemuruh itu makin besar hingga saya pun kaget saat tiba-tiba dinding bambu rumah saya roboh terdorong bongkahan tanah. Saya dengan istri lantas bergegas keluar untuk menyelamatkan diri. Kaki saya juga sempat terjepit reruntuhan dinding,” katanya, Senin (29/04/2019).

Hal senada dikatakan Didi, warga RT 08 RW 04, mengaku syok atas kejadian longsor tersebut. Bagaimana tidak kaget, saat itu dirinya tengah terlelap tidur tiba-tiba bagian belakang rumah terdorong keras oleh longsoran.

“Bahkan rumah anak saya juga yang berada di pinggir rumah saya sama terkena longsoran,” katanya.

Karena kerusakan rumah lumayan parah, kata Didi, semua bangunan (doyong) nyaris roboh. Kini dia terpaksa harus tinggal ikut bersama saudara.

Kepala Desa Mekarmulya, Cucu Permana Putra, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya juga telah mendapat laporan dari sejumlah warganya.

“Longsor ini kami katakan kejadian terparah yang pernah terjadi di wilayah ini. Saat ini kami tengah melakukan pendataan. Sementara ini ada 20 rumah yang terdata mengalami kerusakan,” katanya, Senin (29/04/2019).

Selain merusak puluhan rumah, lanjut Cucu, longsor kali ini juga merusak hektaran sawah yang baru saja ditanami padi. Ada sekitar 3 hektar lebih sawah rusak akibat banjir lumpur.

Selain itu, jalan penghubung antara Desa Mekarmulya dengan Desa Sidamulih juga terputus karena longsor yang menutup jalan. Bahkan di sebelah atasnya, ada jalan yang putus akibat amblas.

“Untuk membuang bongkahan longsoran yang menutup jalan, kami membutuhkan alat berat. Kami juga sudah koordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” terangnya 

Ditemui terpisah, Camat Pamarican, Yogi Ginanjar, melalui Kasie Trantib, Suryanto, membenarkan adanya kejadian bencana alam yang menimpa beberapa desa di wilayah Kecamatan Pamarican.

“Dari hasil pendataan kami, ada tiga lokasi kejadian bencana yang terjadi pada Senin (29/04/2019) pagi kemarin. Diantaranya, banjir terjadi di wilayah Dusun Sambungjaya, Desa Sukahurip dan Dusun Kedungbangkong, Desa Sukajaya,” katanya.

Menurut Suryanto, lebih dari 50 rumah terkena dampak banjir tersebut. Selain itu yang terparah adalah bencana longsor di Desa Mekarmulya. Dalam kejadin itu lebih dari 20 rumah mengalami kerusakan serta terputusnya jalur alternatif penghubung antar desa menuju pusat kota kecamatan.

“Namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya saja kerugian warga mencapai puluhan juta rupiah,” terangnya.

Kabid Balinsos Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, Wawan Setiawan, saat datang ke lokasi, mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan dan memberikan bantuan evakuasi kepada korban.

“Meski kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kami selaku petugas mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada mengingat wilayah Kecamatan Pamarican adalah salah satu wilayah rawan bencana. Hari ini kami juga memberikan bantuan sembako kepada para korban,” katanya. (Suherman/Koran-HR)