“Rumah Kreatif” Destinasi Baru di Karangkamulyan Ciamis

Hasil karya Joko di Karrangkamulyan Ciamis
Joko ketika memperlihatlan hasil karyanya. Foto : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Di tangan Kusnandang, siapapun tidak akan mengira jika lukisan yang dipajang di galeri miliknya di Karangkamulyan Ciamis berbahan baku dari sampah dan tanah. Meski terbuat dari sampah yang dipungut dari tempat kotor, sampah tersebut bisa disulap menjadi barang bernilai seni tinggi dan menghasilkan uang.

Kusnandang (42) alias Joko, merupakan warga Dusun Sumur Bandung, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Ketika ditemui Koran HR, Senin (13/05/2019), Joko mengaku keahliannya, menyulap sampah dan tanah, dia dapatkan secara otodidak.

Kepada Koran HR, Joko mengaku sengaja menyulap sampah dan tanah menjadi lukisan karena merasa prihatin banyak sampah yang kurang menghasilkan daya jual. Sejak tahun 2006, dia memutuskan untuk menekuni hobi dan bakatnya dalam melukis.

“Awalnya, saya ingin menghasilkan karya yang bisa dinikmati orang banyak. Tapi karena keterbatasan biaya untuk membeli cat warna, saya berinovasi menggunakan pewarna alami dari tanah yang diolah menjadi pasta. Untuk warna hitam, saya peroleh dari isi batu baterai yang sudah tidak terpakai atau atau arang kayu,” katanya.

Joko menjelaskan, dia mendapatkan tanah yang diperlukan untuk melukis dari sekitar tempat tinggalnya. Dan kalau kurang, dia mengambilnya dari Sungai Citanduy yang lokasinya tidak jauh dari rumah. 

Sampah yang digunakan pun, kata Joko, berasal dari sampah yang ada di sekitar rumah. Sampah dan tanah kemudian dikombinasikan, menggunaka pewarna alami, seperti arang, kapur dan kanvas.

“Selain didasari keprihatinan, pemanfaatan sampah ini juga terinspirasi dari kampanye go green. Kampanye itu dikombinasikan dengan hobi melukis,” katanya.

Menurut Joko, dia sengaja membuat ratusan lukisan yang awalnya hanya untuk dikoleksi sendiri. Tetapi karena ada rumah kreatif yang dibangun oleh tokoh masyarakat Desa Karangkamulyan, akhirnya koleksi lukisannya disimpan disana.

“Saya ingin berkarya tapi lewat daur ulang. Kampanye lingkungan disentuh dengan karya seni. Menggunakan sampah plastik dan styrofoam. Ada juga dari alam seperti bongol (pelepah) pisang, bambu, kulit pohon, lidi dan barang bekas lainnya,” kata Joko.

Joko mengaku bersyukur, sejak bulan lalu lukisannya bisa dipamerkan di Rumah Kreatif Ciamis, di Desa Karangkamulyan yang baru didirikan oleh tokoh masyarakat setempat secara mandiri. Salah satu inisator yang juga pemilik rumahnya adalah Pipin Aripin.  

“Dulu disimpan di rumah. Alhamdulilah sekarang dipajang di rumah kreatif. Jadi karya saya bisa dilihat oleh banyak orang. Alhamdulillah rumah kreatif ini mulai banyak dikunjungi masyarakat,” ucapnya.

Joko mengungkapkan, lukisan yang ia buat itu terdiri dari abstrak, kaligrafi, gambar hewan seperti naga, ikan, hingga wajah tokoh nasional seperti Presiden Soekarno, Gubernur Ridwan Kamil hingga Presiden Joko Widodo. Bahkan ia mengaku baru menyelesaikan lukisan wajah Atalia alias Ibu Cinta istri Ridwan Kamil. 

“Paling banyak ya lukis wajah. Orang yang menginspirasi seperti Presiden Soekarno dan kang Emil. Tapi ada juga gambar lainnya, yang dibuat menggunakan bubuk gergaji dan lidi. Tapi untuk pewarnanya tetap pakai tanah yang ekonomis, tidak ada yang pakai cat,” terangnya.

Sementara itu, pendiri rumah kreatif Ciamis, Pipin Aripin, mengatakan, hasil karya warga memang banyak bernilai seni tinggi. Bahkan bisa mengsilkan nilai ekonomi. Pihaknya berinisiatif mendirikan rumah kreatif untuk menampung hasil karya warga dan para pemuda.

Pipin menyebutkan, kedepan rumah kreatif tersebut akan dijadikan sebuah destinasi wisata edukasi di Karangkamulyan. Koleksi karya seni juga bukan hanya lukisan, tapi ada juga kerajinan tangan dan miniatur, seperti miniatur sepeda motor dan miniatur rumah. Bahkan akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk memberdayakan rumah kreatif tersebut.

“Nantinya rumah kreatif ini larinya untuk usaha kecil menengah. Akan dibangun juga warung dan kafe untuk nongkrong kaum milenial. Hanya karena keterbatasan dana itu belum terwujud. Kami berharap ada pihak yang mau membantu mengembangkan rumah kreatif ini,” ujar.

Di tempat terpiah, Kepala Desa Karangkamulyan, M. Abdul Haris, mengapresiasi dan menyambut baik berdirinya rumah kreatif di wilayahnya. Menurut dia, ini menambah potensi wisata di Ciamis selain situs budaya, pabrik pengolahan kelapa dan UKM. 

“Tiga destinasi ini sangat menunjang. Jadi kami sangat berharap perhatian dari Kementerian dan Provinsi untuk memperkuat wisata ini,” jelasnya.

Haris menambahkan, dengan adanya rumah kreatif nantinya para pemuda yang mempunyai jiwa seni bisa memajang karyanya di rumah kreatif Karangkamulyan Ciamis. ahkan rumah kreatif nantinya diharapkan bukan hanya sebagai potensi ekonomi saja, tetapi bisa menghasilkan edukasi bagi para pemuda, khususnya anak sekolah. (Heri/Koran HR)