Sapi Dibunuh di Pangandaran, Sebagian Dagingnya Dicuri

pencurian daging sapi di Pangandaran
Sapi yang dibunuh dan diambil sebagian dagingnya di Kandang milik Ajengan Darman, Desa Cibanten, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Aksi pencurian daging sapi di Pangandaran terjadi dengan modus membunuh sapi terlebih dahulu di kandangnya, si pencuri kemudian mengambil sebagian dagingnya, sementara sisanya ditelantarkan begitu saja di dalam kandang.

Aksi pembunuhan sapi yang diikuti dengan pencurian sebagian dagingnya tersebut terjadi di kandang milik Ajengan Darman dan sempat menggegerkan warga Desa Cibanten, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Aksi tersebut tergolong langka dan aneh. Keanehan pencurian tersebut, si pencuri hanya mengambil bagian daging tertentu dari sapi di kandang Milik Ajengan Darman tanpa membawa serta sapinya sekaligus.

Dari jejak yang ada di kandang, diduga para pencuri membunuh sapi terlebih dahulu. Setelah itu mereka mengambil bagian tertentu dari daging sapi. Terlihat bagian daging paha, jeroan, hingga daging bagian punggung hilang, sementara bagian tubuh sapi lainnya masih utuh dan ditinggalkan begitu saja oleh si pencuri.

Asep Irvan Hilmi (21), salah satu warga mengatakan, aksi pencurian daging sapi tersebut diketahui pada Jum’at, (17/5/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

“Kejadian seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya pada Ramadan tahun lalu, sudah dua kali dengan yang terjadi sekarang,” kata Asep ketika ditemui HR Online, Sabtu (18/5/2019).

Asep menduga aksi pencurian daging sapi tersebut dilakukan ketika warga sedang salat taraweh.

“Kali ini 2 ekor sapi dibunuh si pencuri dari total 3 ekor sapi yang ada di dalam kandang,” katanya.

Warga kemudian menggerakkan kembali Siskamling untuk mencegah pencurian daging sapi di Pangandaran terjadi lagi.

“Kerugiannya cukup besar, masing-masing sapi saja jika dirupiahkan itu sekitar 15 juta rupiah, kalau 2 sapi dibunuh maka total kerugian si pemilik sapi mencapai 30 juta,” kata Asep. (Ceng2/R7/HR-Online)