Selama Ramadan, Penjual Timun Suri di Ciamis Dapat Rejeki Melimpah

Rijal, pegawai pak Sobari, sedang melayani konsumen yang akan membeli timun suri di lapak timun suri Maleber. Foto : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Setiap Bulan Ramadan penjual timun suri bermunculan, baik di pasar tradisional ataupun di pinggir jalan. Penjual yang ditemui Koran HR mengaku mendapatkan berkah tersendiri berjualan di Bulan Ramadan.

Dian (23), penjual asal Cikoneng, ketika ditemui Koran HR di kios buah di sekitaran kampus Universitas Galuh, Senin (13/05/2019), mengaku sudah berjualan timun suri sejak seminggu sebelum Ramadan.

“Hari-hari biasa saya tidak menyediakan. Karena memang jarang juga yang nanyain. Tetapi kalau sekarang kan bulan puasa, maka ditambah, sebab banyak yang mencari,” ujarnya.

Menurut Dian, selama bulan puasa ini omset penjualan mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Rata-rata perhari bisa mengeluarkan sampai 1 sampai 2 kwintal . Pelanggannya mayoritas pedagang jus dengan total 20 kilogram setiap hari. 

“Dagangan kami alhamdulillah laris manis. Selama ramadan laku 1 sampai 2 kwintal perkilogram dengan harga Rp. 7.000 perkilogram,” katanya.

Doni menuturkan, timun suri memiliki kelebihan. Buah ini kerap digunakan campuran dalam aneka jenis minuman segar. Buah tersebut sering dijadikan menu berbuka puasa, dicampur dengan sirup, dibuat sop buah, maupun minuman segar lainnya sebagai  pelepas dahaga.

Menurut Doni, buah ini sendiri bukanlah jenis tanaman musiman. Buah ini berbuah sepanjang tahun. Buah ini dikenal masih sejenis dengan mentimun. Namun buah ini sangat berbeda, baik dari segi tanaman mulai dari daun, biji dan lainnya.

”Buah ini mudah dalam mengolahnya. Cukup dengan menambah sirup, sudah dapat digunakan sebagai pelengkap minuman berbuka puasa, atau dibuat es buah,” katanya.

Dian menambahkan, toko buah miliknya juga menerima pesanan dalam partai besar berbagai jenis buah-buhan. Khusus buah timun suri, dia mendatangkannya dari Majalengka. 

Senada dengan itu, Sobari (33), pedagang dadakan, mengaku, setiap bulan puasa selalu berjualandi jalan Maleber. Dia mengaku mendapatkan untung  besar dari berjualan  ini.

Sobari mengungkapkan, dalam sehari dia bisa menjual 1,5 sampai 2,5 ton. Pelanggannya berasal dari wilayah Tasikmalaya, Cikoneng, Ciamis, Kawali dan pedagang di pasar tradisional. 

“Untuk partai besar, timun suri dibanderol Rp. 4.500 perkilogram. Sedangkan eceran, Rp. 7.000 perkilogram,” katanya.

Menurut Sobari, timun yang dia jual berasal dari Jatibarang Indramayu dan Tanggungan Brebes Jawa Tengah. Buah yang dia jual berasal dari bibit unggul, dagingnya tebal, tidak lembek, biji sedikit, harum dan rasanya legit.  

“Ini timun suri warna hijau. Rasanya enak dan harga dari sananya tidak murahan,” ungkapnya. (Heri/Koran HR)

KOMENTAR ANDA