Warga Keluhkan Kenaikan Harga Bawang Putih di Ciamis

Harga bawang putih di Ciamis
Rani (26) salah satu pedagang sayuran di Pasar Subuh, Kabupaten Ciamis. Foto: Fahmi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com), – Rani (26) salah satu pedagang sayuran di Pasar tradisional, Kabupaten Ciamis mengeluhkan kelangkaan beberapa komoditas yang menyebabkan kenaikan harga. Rani mencontohkan, harga bawang putih di Ciamis yang kini mencapai Rp. 80 Ribu per kilogram.

Menurut Rani kenaikan harga sayuran sudah dirasakan sebelum masuk bulan Ramadan. Namun, Rani mengaku kaget saat bawang putih sekarang yang mengalami kenaikan hingga 50%. Padahal tadinya, harga bawang putih hanya Rp. 30 ribu per kilogram.

“Bawang putih naik tiap harinya 10 ribu hingga 20 ribu, padahal bawang putih ini banyak dicari ibu-ibu, jadinya sekarang banyak juga pembeli yang mengeluh,” ujar Rani saat ditemui di kiosnya di Pasar Subuh, Ciamis, Selasa (07/05/2019).

Selain bawah putih, menurut Rani, sayuran lainnya juga mengalami kenaikan. Rani menyebutkan, mentimun yang naik menjadi Rp. 10 ribu dari sebelumnya Rp. 10 ribu. Begitu pun dengan harga kentang, tomat, hingga cabai yang mengalami kenaikan.

“Selain bawang putih, harga yang lainnya juga naik, tapi kenaikan sayuran tersebut tidak sampai melonjak tinggi dan masih wajar,” katanya.

Rani menambahkan, harga sayuran mengalami kenaikan akibat para penyuplai ke pasar berebut dengan pasar lain. “Stock sayurannya juga sedikit sehingga mengalami kenaikan dan juga langka di pasar,” terang Rani.

Rani berharap Pemerintah Daerah bisa menangani kenaikan sayuran yang ada di pasar tradisional Ciamis tersebut, terutama harga bawang putih di Ciamis yang harganya melonjak naik.

“Sayuran yang naik ini kan termasuk kebutuhan pokok yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat bawah ataupun menengah, karena itu juga jangan sampai terjadi kelangkaan sayuran,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan Yeyet, salah satu warga Ciamis asal Cijeungjing yang mengeluhkan kenaikan harga sayuran di pasar tradisional Ciamis. Yeyet yang terbiasa membeli bahan-bahan pokok untuk keperluan di dapur dengan stock yang banyak, sekarang terpaksa menguranginya, karena harganya cukup mahal .

“Yang tadinya biasa beli tomat sekilo menjadi setengah kilo, beli kentang sekilo menjadi setengah kilo, apalagi melihat harga bawah putih dengan harga fantastis, sangat mahal,” ungkap Yeyet saat HR Online menemuinya ketika berbelanja di Pasar Ciamis, Selasa (7/5/2019)

Sementara Lilis Widaningsih, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis mengatakan kelangkaan stock barang akibat perubahan cuaca sehingga hasil panen pun menurun.

“Kami dari Dinas Pertanian punya program untuk menggunakan pekarangan rumah sebagai tempat untuk menanam tanaman palawija dan sayuran yang sering dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Lilis.

Lilis juga berharap masyarakat yang memiliki pekarangan, untuk digunakan sebagai tempat menanamtam palawija. Hal ini, kata Lilis, bisa menjadi alternatif apabila harga sedang mengalami kenaikan, selain juga bisa menghemat pengeluaran.

“Alhamdulilah saat ini program tersebut sudah berjalan dan banyak inovasi-inovasi yang tumbuh dari masyarakat sendiri, sehingga ke depannya masyarakat tidak terpengaruh ldengan kondisi harga sayuran di pasar. Selain itu juga masyarakat bisa lebih mandiri,” pungkasnya.  (Fahmi/R7/HR-Online)