Aksi Damai Penggalangan Dana Pembangunan RS Kawasen Digelar Warga Ciamis Selatan

RSUD BANJARSARI
Aksi damai penggalangan dana pembangunan RSUD Banjarsari Kawasen, Kabupaten Ciamis, digelar ratusan warga. Photo : Dokumentasi HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Aksi damai penggalangan dana pembangunan Rumah Sakit Kawasen di Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, digelar ratusan warga Banjarsari hari ini, Minggu (23/06/2019).

Pantauan HR Online di lapangan, dalam aksi damai penggalangan dana tersebut, ratusan warga dari berbagai elemen yang tergabung dalam Kawasen Berdaulat itu turun ke jalan untuk melakukan donasi kepada para pengguna jalan.

Ketua penggerak kegiatan, Ade Permana, mengatakan, kegiatan aksi damai penggalangan dana ini merupakan sebuah bentuk kritik dan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis, agar mau mendengar aspirasi dari masyarakat Ciamis Selatan untuk segera membangun RSU di wilayah Kecamatan Banjarsari (Kawasen).

“Aksi ini sebagai bentuk teguran keras kepada Pemkab Ciamis, di mana kami masyarakat Kawasen mengharapkan segera dibangunnya rumah sakit di wilayah ini, yang mana selama ini, pembangunan RSU hanya sebagai ajang politik semata, tanpa ada upaya tindak lanjut yang nyata,” tandasnya.

Ade menyebutkan, aksi yang digelar hari ini tergabung dari beberpa Ormas, LSM, serta komunitas di wilayah eks Kwadanan Banjarsari yang meliputi Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar, Pamarican, Lakbok, dan Kecamatan Purwadadi.

“Insya Alloh, aksi kami ini akan terus berjalan hingga Pemda Ciamis menentukan dan siap untuk membangun RSU di wilayah Banjarsari. Bisa satu bulan atau bahkan lebih, pokoknya sampai aspirasi kami ini benar-benar sudah siap untuk dilaksanakan,” katanya.

Warga masyarakat Banjarsari menyayangkan sikap Pemkab Ciamis yang selalu “menganaktirikan” wilayah eks Kwadanaan Banjarsari, di mana wilayah tersebut seakan termarginalkan.

“Bagaimana tidak termarginalkan, semua janji-janji hanyalah sebuah isapan jempol semata, dan terkesan hanya untuk kepentingan politik. Nyatanya, pembangunan rumah sakit yang sudah digembar-gembor sejak dulu itu ternyata hanya “PHP” saja. Malah yang dibangun itu di wilayah Kawali. Ini jelas bentuk sebuah ketidakadilan Pemkab Ciamis,” tandas Ade.

Senada dikatakan Pembina Paguyuban Kawasen, Asep Davi, bahwa jika tuntutan mereka tidak dikabulkan, maka pihaknya bakal melakukan aksi yang lebih besar.

“Lihat saja, jika tuntutan kami ini tidak digubris, kami akan menggelar aksi lebih besar dengan kekuatan massa yang lebih banyak untuk datang ke Pemda Ciamis. Lebih jauhnya, kami di sini akan menunutut untuk memisah diri dan membentuk daerah otonomi baru,” kata Asep. (Suherman/R3/HR-Online)