Bus Terjebak Macet, Penumpang Menumpuk di Pangandaran

penumpang menumpuk di Pangandaran
Ratusan penumpang sedang menunggu kedatangan Bus di Poll Budiman, Pangandaran, Senin (19/6/2019). Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Ratusan penumpang menumpuk di Pangandaran, tepatnya di Poll Bus Budiman, Jalan Raya Wonoharjo, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (10/6/2019).

Hal tersebut terjadi karena bus dari berbagai jurusan yang menuju Pangandaran mengalami keterlambatan akibat kemacetan panjang di sepanjang jalan.

Sejumlah bus diketahui terjebak macet sehingga berimbas pada penumpukan penumpang di Pangandaran. Akibatnya penumpang pun terpaksa menunggu lama di Poll Bus Budiman Pangandaran.

Ina Rusmayanti, petugas ticketing Kantor Poll Budiman Pangandaran, membenarkan adanya keterlambatan bus yang masuk ke Pangandaran akibat terjebak macet panjang.

“Bus kita ada keterlambatan di Jalur Selatan, terutama yang menuju Pangandaran karena terjebak kemacetan di Nagreg dan Limbangan. Imbasnya penumpang menumpuk di Pangandaran,” ujarnya kepada HR Online, Senin (10/06/2019)

Ina menyebutkan, ratusan penumpang yang sempat menumpuk di poll tersebut merupakan penumpang bus yang akan berangkat ke sejumlah daerah.  

“Mereka (penumpang-red) yang akan berangkat ke beberapa jurusan diantaranya, tujuan Tangerang, Serang, Bekasi, Depok, Bandung dan Cikarang,” tuturnya. 

Untuk itu, kata Ina, pihak perusahaan menurunkan satu unit bus bantuan untuk mengangkut penumpang jurusan Tangerang. 

“Sedangkan untuk jurusan Bekasi, Serang dan Depok masih menggunakan bus yang ada, walaupun ada keterlambatan. Untuk bus cadangan kami hanya menyiapkan dua unit. Walaunpun tetap dengan 2 unit itu  banyak penumpang yang tidak kebagian kursi,”sebut Ina. 

Sementara penjualan tiket via aplikasi online, kata Ina, sejak Sabtu, 8 Juni 2019 lalu sudah habis terjual. Namun, angkutan bus yang tersedia masih kurang.

“Untuk kendaraannya kami masih menunggu bus bantuan agar penumpang tidak menumpuk terlalu lama,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)