DPUPRTR dan Bappeda Pangandaran Angkat Bicara Soal Jalan Jayasari

Jalan Jayasari
Infrastruktur jalan sepanjang empat kilometer di Desa Jayasari, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang kondisinya rusak parah ditanami pepohonan. Foto : Aceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Tata Ruang serta Bappeda Kabupaten Pangandaran menanggapi pemberitaan Jalan Jayasari Kecamatan Langkaplancar belum tersentuh pembangunan sejak berpisah dengan Ciamis.

Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPRTR Kabupaten Pangandaran, Ade Kuswaya, melalui Kasi Jalan Nanang Heryanto, mengatakan, ruas jalan Cibatu-Ciwilis itu panjangnya sekitar 8 kilometer lebih, dan belum selesai penanganannya lantaran bertahap pembangunannya.

“Ruas jalan tersebut yang dikeluhkan masyarakat tiap tahun dikerjakan pembangunannya. Mengingat keterbatasan anggaran, makanya dikerjakan secara bertahap,” kata Nanang Heryanto kepada Koran HR, Selasa (18/6/2019).

Nanang Heryanto menambahkan, tiap tahun ada pembangunan di jalan tersebut, dan tahun 2019 ini ada dua alokasi sumber dana yang akan mengerjakan jalan tersebut, yakni APBD sekitar Rp. 1 miliar dan Banprov Rp 2,5 miliar.

“Target belum selesai dan masih berjalan. Tahun ini ada dua alokasi anggaran yakni APBD 2019 dan Banprov Rp. 2,5 miliar sampai titik tertentu dan belum bisa dipastikan sampai mana. Saat ini sedang dalam tahap evaluasi lelang,” pungkas Nanang.

Sementara Kepala Bidang Infrastruktur Bappeda Kabupaten Pangandaran, Asep Suhendar, mengatakan, jalan yang dikeluhkan tersebut sebenarnya sekarang sudah menjadi prioritas provinsi Jawa Barat dengan nama jalur Jabar Tengah Selatan.

“Dalam waktu dekat Insya Allah dibangun mulai dari Pelabuhan Ratu Sukabumi sampai Pamarican Ciamis melalui jalur tersebut,” kata Asep Suhendar kepada Koran HR, Selasa (18/6/2019).

Asep juga menunjukkan peta lokasi jalan yang rusak dan belum dibangun, seperti di Kecamatan Cimerak dan Sidamulih.

“Ini peta kondisi jalan itu. Kalau lihat di peta bisa terlihat ruas mana yang rusak parah. Malahan kalau kita lihat sebenarnya di daerah Cimerak dan Sidamulih,” pungkas Asep Suhendar. (Mad/Koran HR)

Loading...
Loading...