Dua Bocah Terseret Arus Saat Berenang di Sungai Citanduy Banjar, Satu Orang Tenggelam

Petugas gabungan dari Tim SAR BPBD Kota Banjar, TNI dan Polri saat akan melakuklan pencarian korban yang tenggelam di Sungai Citanduy, Minggu (16/06/2019) pagi ini. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com), Dua orang bocah yang diketahui bernama Rendi (12) dan Aldi (10), warga Dusun Randegan, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, dilaporkan terseret arus sungai saat berenang di Sungai Citanduy yang berada di Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Sabtu (15/6/2019) siang. Beruntung Rendi berhasil diselamatkan oleh warga. Sementara Aldi gagal diselamatkan dan akhirnya tenggelam.

Pencarian Aldi pun sudah dilakukan hingga tengah malam tadi. Namun petugas gabungan dari Tim SAR BPBD Kota Banjar, TNI dan Polri serta warga, belum berhasil menemukan Aldi. Pencarian korban pun kembali dilanjutkan pada Minggu (16/06/2019) pagi ini.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, kejadian itu bermula ketika korban bersama teman-temannya tengah berenang di pinggir sungai. Tanpa diduga, Aldi dan Rendi yang tengah asik berenang tiba-tiba saja tubuhnya terserat arus sungai. Suasana asik pun berubah menjadi histeris.

Elon (49) seorang warga yang tengah berada di pinggir Sungai Citanduy, rupanya mendengar teriakan korban dan teman-temannya. Dia langsung bergeges pergi untuk mencari tahu sebab adanya teriakan minta tolong.

“Saat sampai di tempat anak-anak berenang, ternyata ada dua orang yang terlihat terseret arus sungai. Dengan spontan saya langsung loncat ke sungai untuk menyelamatkan kedua anak tersebut,” katanya.

Namun naas, upaya Elon menyelamatkan keduanya tidak berhasil. Elon hanya berhasil meraih tangan Rendi dan akhirnya bisa diselamatkan. Sementara Aldi yang posisinya sudah berada di tengah, tidak berhasil diselamatkan.

“Arus sungai memang tengah deras. Saat saya akan menolong keduanya, ternyata hanya bisa menyelamatkan satu orang. Itupun karena posisi korban saat terseret arus belum terlalu ke tengah. Sementara Aldi waktu itu posisinya sudah berada di tengah dan sulit menyelamatkan kedua korban secara bersamaan,” terangnya.

Kepala Desa Mekarharja, Hendi Somantri, mengungkapkan, ketika mendapat laporan warganya hanyut tenggelam, pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke BPBD dan kepolisian guna meminta bantuan pencarian korban.

“Pencarian sudah dilakukan dua kali, yaitu pada siang hingga petang dan setelah isya hingga tengah malam. Namun, upaya pencarian belum berhasil. Mudah-mudahan pada pencarian pagi ini korban bisa ditemukan,” katanya, Minggu (16/06/2019) pagi.

Sementara korban selamat yakni Rendi belum bisa ditemui lantaran mengalami shock setelah kejadian yang hampir merenggut nyawanya. Menurut keluarganya, Rendi sering menangis ketika mengingat kejadian dirinya terseret arus bersama Aldi. “Rendi mengalami trauma. Dia sering menangis dan menyendiri. Mungkin dia shock dengan kejadian kemarin,” kata salah seorang tetangganya, Ures (49).

Sedangkan keluarga korban Aldi rupanya tidak bisa menahan kesedihan ketika salah satu anggota keluarganya dilaporkan tenggelam. Neneknya Aldi, Iin Aminah (62), mengaku tidak percaya cucunya bisa bernasib malang.

“Rendi itu anak baik. Dia dari kecil dekat dengan saya. Saya terus berdoa semoga ada keajaiban, yaitu Aldi bisa ditemukan dengan kondisi selamat,” ujarnya.

Iin mengaku sebelum mendapat kabar cucunya tenggelam, dirinya sudah mendapat firasat buruk yang datang melalui mimpi. “Tadi malam saya bermimpi melihat bunga dan wewangian di rumah anak saya,” katanya. Diketahui Aldi adalah anak semata wayang dari pasangan suami-istri Dadang (38) dan Aisyah (35). (R2/HR-Online)