Gorong-gorong dan Tebing Sungai Cimuntur Ciamis Ambruk

Sungai Cimuntur
Gorong-gorong di samping bangunan Rumah Sakit di Dusun Sukajadi Desa Winduraja ambruk. Khawatir menjadi penyebab terjadinya kecelakaan, warga memasang pembatas dengan mengunakan tali pita. Foto : Eji Darsono/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Gorong–gorong dan tebing Sungai Cimuntur yang berada di Dusun Sukajadi, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, ambruk. Ironisnya kondisi itu sudah berlangsung lama dan belum juga mendapat perbaikan. Karena khawatir menjadi penyebab terjadinya kecelakaan, kawasan itu terpaksa dipasangi pita pembatas.

Didin, warga sekitar, ketika ditemui Koran HR, Selasa (11/06/2019), mengatakan kedua gorong–gorong yang berada di samping Rumah Sakit Kawali yang baru dibangun, tepat di bagian bibir sungai sudah ambruk.

Menurut Didin, karena khawatir menjadi penyebab terjadinya kecelakaan, maka dibagian ambruknya dipasangi pita. Dengan maksud, agar para pengguna jalan mengetahui kondisi jalan yang akan dilewatinya.

Didin menjelaskan, ambruknya gorong-gorong mengakibatkan bahu jalan menjadi sempit. Terlebih, bagian bibir sungai sudah tergerus air. Bila dibiarkan tanpa ada perbaikan, dipastikan kerusakannya akan semakin meluas dan bertambah parah.

“Untuk itu diharapkan agar pemerintah secepat mungkin memperbaikinya dan disertai dengan pembuatan Proteksi Tebing Sungai (PTS),” katanya.

Berdasarkan infomasi dari warga, Didin mengungkapkan, akses jalan tersebut sudah diusulkan statusnya menjadi jalan Kabupaten. Tapi sampai saat ini usulan tersebut belum terealisasi.

“Hal itulah mungkin yang menjadikan akses jalan maupun gorong-gorong tidak kunjung diperbaiki. Melihat akses jalan tersebut sangat produktif, diharapakan secepatnya diperbaiki. Terlebih di lokasi ambruknya gorong-gorong, bila dibiarkan, tidak menutup kemungkinan akan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan,” katanya.

Rohman, pengguna jalan, ketika dimintai tanggapan, Selasa (11/06/2019), mengatakan, selain ambruknya gorong-gorong, akses jalan tersebut juga sudah rusak. Mengingat setiap harinya ramai dilewati kendaraan, maka sudah selayaknya jalan diperbaiki.

“Dilokasi tersebut, bila hujan turun, jalannya jadi seperti kubangan kerbau. Sedangkan di musim kemarau, jalannya berdebu. Sebab, kulit aspal sudah mengelupas dan hanya menyisakan bebetuan kecil,” katanya. (Dji/Koran HR)