Hutan Gundul, Sawah di Pangandaran Terancam Kekeringan

Hutan Gundul
Sawah yang mengalami kekeringan karena kemarau. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Akibat hutan gundul dan kekeringan, ratusan hektar sawah di Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran, terancam gagal panen.

Salah seorang petani asal Dusun Citarunggang, Ano Sumarna, mengatakan, jika tidak turun hujan dalam waktu dekat, maka ratusan hektar sawah yang berada di wilayahnya terancam mati.

“Jika tidak ditangani secepatnya, maka bisa dipastikan petani akan rugi. Untuk itu kami petani di wilayah Desa Pangkalan meminta Dinas Pertanian Pangandaran memberikan bantuan berupa mesin penyedot air,” ucapnya, Selasa (18/06/2019).

Saat ini, lanjut Ano, usia tanam baru sekitar 30 hari, sementara itu usia panen padi rata-rata 100 hari. Dari hasil panen padi tiap hektarnya bisa menghasilkan padi sebanyak 11 ton. Namun, bila ratusan hektar gagal panen maka petani bakal mengalami kerugian ratusan ton padi.

“Musim tanam tahun ini petani di sini menggunakan tehnik jajar legowo 2 dengan jenis padi yang ditanam adalah jenis padi mapan. Jika berhasil, maka rata-rata perani akan mendapatkan 11 ton per hektar,” paparnya.

Meski kemarau tahun ini baru sekitar satu bulan, lanjut Ano, kebutuhan air untuk mengairi lahan pertanian sudah tidak lagi mencukupi.

“Banyak faktor yang mengakibatkan petani kesulitan mengairi lahan pertanian, di antaranya akibat debit air sungai yang makin berkurang dan itu jelas akibat dari hutan yang gundul,” cetusnya.

Ano menambahkan, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kelestarian hutan berdampak buruk pula pada kehidupan masyarakat. Padahal, aktivitas menebang hutan sangat buruk dampaknya, terutama bagi mata pencaharian warga di sektor pertanian.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar mencintai hutan dengan cara menghijaukan kembali hutan yang gundul terutama di hulu sungai, hutan lestari petani makmur,” pungkasnya. (Enceng/Koran HR)

Loading...