Pejabat RSUD Pangandaran Agustus 2019 Dilantik

Pejabat RSUD Pangandaran
Progres pembangunan RSUD Pangandaran. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pembangunan RSUD Pangandaran ditargetkan selesai Desember 2019. Proyek yang seharusnya selesai Juli 2019 ini mendapatkan perpanjangan waktu 60 hari dan penambahan pekerjaan senilai Rp 23 miliar. Sedangkan pejabat struktural bakal segera dilantik.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama Unpad PSDKU Pangandaran, untuk pengisian SDM. Rencananya pada Agustus 2019 nanti pemerintah akan melantik pejabat RSUD Pangandaran, seperti Direktur dan jabatan yang pokok lainnya.

“Kita akan melantik Direktur dan Pejabat Struktural dulu yang sudah berpengalaman dan yang tahu seluk beluk RS,” kata Jeje Wiradinata, Senin  (24/06/2019).

Terkait asal muasal pejabat RSUD yang akan mengisi itu, lanjut Jeje, pihaknya akan mencari di internal ASN yang dari Pangandaran. Jika tidak ada yang berpengalaman, terpaksa akan mengambil dari luar Pangandaran atau pejabat impor.

“Di kita belum punya pejabat yang berpengalaman menjadi Direktur RS, kasihan nanti planga-plongo kebingungan. Kalau tidak ada ASN di kita, ya mengambil dari luar, baru orang keduanya mengambil dari ASN Pangandaran. Sebab, RS itu berbeda dengan struktural SKPD lainnya,” ucap Jeje.

Adapun terkait pengadaan alat kesehatan (Akses), sudah pasti dari provinsi sebesar Rp 55 miliar, dan nanti pada anggaran perubahan apabila ada uangnya akan ditambah sebesar Rp. 10 miliar. 

“Kita lihat struktur anggaran perubahan nanti, kalau ada uangnya akan ditambah, tapi yang sudah pasti Rp 55 milyar,” pungkas Jeje.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yayan Barlian, mengatakan, bangunan RSUD yang sedang dibangun di antaranya terdiri dari 4 gedung utama, 13 gedung penunjang yang memiliki fasilitas 175 tempat tidur.

“Kebutuhan pegawai untuk operasional RSUD membutuhkan 8 SDM spesialis dasar dan 5 SDM spesialis penunjang. Untuk 8 SDM spesialis dasar, yakni 2 orang spesialis bedah, 2 orang spesialis kandungan, 2 orang spesialis anak dan 2 orang spesialis dalam,” jelas Yayan Barlian saat diwawancarai Koran HR, Selasa (25/6/2019).

Yayan menambahkan, untuk 5 SDM pesialis penunjang di antaranya radiologi, anastesi, fatologi. gigi mulut, anatomi fisiologi. Adapun untuk jumlah kebutuhann SDM seluruhnya masih berkoordinasi dengan BKPSDM dan UNPAD. Sementara untuk pegawai PNS masih menunggu hasil seleksi CPNS dan tenaga kontrak P3K dari pusat.

Yayan menambahkan, kepastian kebutuhan SDM masih dalam evaluasi bagian organisasi propinsi. Ia harap Minggu depan sudah keluar rekomendasi dari provinsi.

“Sementara ini soal itu belum bisa kami informasikan, kalau sudah pasti nanti akan kita sampaikan,” pungkas Yayan. (Mad/Koran HR)