Pensiunan Pejabat Kemendikbud RI Merintis Kampung Literasi di Pangandaran

kampung literasi di Pangandaran
Pencanangan kampung literasi di Pangandaran yang digagas oleh Hj. Ida Kosasih, salah satu pensiunan pejabat Kemendikbud RI asal Cijulang. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Pensiunan pejabat Kemendikbud RI, Hj. Ida Kosasih merintis salah satu Kampung Literasi di Pangandaran, tepatnya di Jalan Raya Bandara Nusawiru, RT 01, RW 10, Dusun Nusa Gede, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (13/6/2019).

Pencanangan Kampung Literasi di Pangandaran tersebut dilakukan sekaligus dengan peresmian Musholla Ath Thohiroh. Hal ini ditandai melalui penandatanganan Prasasti Yayasan Pendidikan Aykosh Nusa Ilmu oleh Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran.

Wakil Bupati Kabupaten Pangandaran H. Adang Hadari mengatakan, dirinya sangat mendukung salah satu upaya yang dirintis serta dikembangkan oleh salah satu pensiunan pejabat Kemendikbud RI ini, Hj. Ida Kosasih. Terutama untuk mengabdikan dirinya dalam upaya mencetak anak-anak dan warga Pangandaran yang cerdas dari segi ilmunya dan seimbang antara emosional dan spiritualnya.

“Pemda sangat mendukung gagasan Kampung Literasi ini, yang juga merupakan program Kemendikbud RI untuk menyelenggarakan pendidikan non formal mulai dari PAUD sampai pendidikan khusus paket B, dan A,” kata H. Adang Hadari saat diwawancara HR Online usai penandatanganan prasasti Yayasan Pendidikan Aykosh Nusa Ilmu, Kamis (13/6/2019).

Lebih lanjut, Adang Hadari menambahkan, Kampung Literasi ini dalam segi pembelajarannya fokus memiliki 6 dasar Literasi, yakni Literasi baca tulis, Literasi Numerasi, Literasi Sains, Literasi Finansial, Literasi Digital, serta Literasi Budaya dan Kewargaan.

“Intinya Kampung Literasi ini untuk menumbuh kembangkan Individu-individu yang literat dalam menghadapi tantangan abad 21, sehingga masyarakat Pangandaran mampu bersaing pada perkembangan zaman,” ungkap Adang Hadari.

Masih dikatakan Adang, dirinya berharap agar adanya Kampung Literasi di Pangandaran ini dapat meningkatkan taraf hidup serta kemampuan keilmuan, baik emosional maupun spiritual masyarakat.

“Walaupun ini baru merintis dengan biaya pribadi seadanya, kita akan dukung ide-ide yang positif putra daerah demi kampung halamannya. Ini guna mempersiapkan Sumber Daya Manusia Pangandaran yang handal dalam menyongsong abad 21,” pungkasnya.

Sementara Pembina Yayasan yang juga pensiunan Pejabat Kemendikbud RI asal Cijulang Hj. Ida Kosasih mengatakan, Program Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) ini mulai dirintis sejak tahun 2016 dengan biaya sendiri dan alakadarnya.

Hj. Ida Kosasih memanfaatkan tabungan sisa pensiun untuk membangun sedikit demi sedikit demi kemajuan PKBM. Dalam hal ini ia juga mengembangkan Kampung Literasi di Pangandaran.

“Tujuan saya ingin membantu pendidikan bagi orang yang belum menyelesaikan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, misalnya SMP belum tamat atau putus sekolah, dan juga yang belum sekolah SMA, karena mereka punya hak mendapatkan pendidikan yang bermutu,” jelas Hj. Ida Kosasih.

Masih dikatakan Hj. ida Kosasih, dirinya sebagai pensiunan pendidikan merasa bersalah apabila membiarkan anak-anak Pangandaran pada putus sekolah. Dia pun tergerak untuk membantu di bidang pendidikan untuk masyarakat yang kurang mampu.

“Kita juga menyediakan Taman Bacaan gratis, pinjam buku gratis, walaupun masih terbatas jumlah buku yang ada,” katanya.

Hj. Ida Kosasih juga mengatakan tekadnya untuk mewujudkan Dusun Nusa Gede yang juga dikenal sebagai kampung KB ini menjadi Kampung Nusa yang Indah dan memiliki masyarakat yang literat.

“Dengan tenaga pengajar volenteer ikhlas seadanya, mudah-mudahan bisa berjalan lancar demi mencetak pribadi yang berkualitas ilmu, emosional, serta spiritualnya,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online)