Penyandang Disabilitas di Kota Banjar Perlihatkan Kemandirian dan Saling Berbagi

Ratusan penyandang disabilitas Kota Banjar peduli dan berbagi ke sesama di momen ramadhan, bertempat di Pendopo Kecamatan Langensari, Sabtu (01/06/2019) sore. Foto : Nanang Supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Meski mengalami keterbatasan, namun tak mengurangi kepedulian ratusan penyandang disabilitas di Kota Banjar untuk ikut berbagi ke sesama, terlebih di momen ramadhan tahun ini.

Bertempat di pendopo Kecamatan Langensari, Sabtu (01/06/2019) sore, DPC Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjar, menggelar pembagian takjil kepada warga pengunjung di area alun-alun Langensari, dan pembagian bingkisan lebaran kepada sesama penyandang disabilitas.

Acara yang dilanjut buka bersama (bukber) itu bekerjasama dengan Forum Intelektual Muda Langensari. Tampak hadir Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, Camat Langensari, Asno Sutarno, Kapolsek Langensari, perwakilan Koramil Langensari, serta sejumlah tokoh dan alim ulama di Kec. Langensari.

Ketua DPC PPDI Kota Banjar, Iwan Sanusi, di sela-sela bukber, kepada HR Online, mengatakan, semenjak berdirinya organisasi ini di Kota Banjar yakni di tahun 2017, terus eksis memperlihatkan kemandirian dan tentu saling peduli kepada sesama penyandang disabilitas.

“Ini kegiatan rutinitas setiap tahun di bulan ramadhan, peduli dan berbagi terhadap sesama penyandang disabilitas melalui pembagian santunan dan buka bersama. Lalu kita pun bagikan sekitar 300 paket takjil. Sekarang ini kami lakukan di area Alun-alun Langensari,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, gerakan ini berasal dari kepengurusan dan anggota PPDI Kota Banjar dan termasuk anggarannya pun sendiri. Makanya tak berlebihan maksud dan tujuan gelaran ini sebagai upaya mengurai stigma kurang bagus kepada kaum disabilitas. Karena banyak yang mengganggap bahwa seperti halnya pengemis di jalanan atau di tempat publik itu adalah kaumnya.

“Padahal tidak, itu banyak juga bukan dari kaum kami atau orangnya secara fisiknya normal. Jadi stigma demikian kepada kami harus dihilangkan, kami pun mampu mandiri dan berusaha secara ekonomi,” tegasnya.

Walaupun demikian, pihaknya berharap Pemkot Banjar terus memberikan suport, dan termasuk semua stakeholder mau membuka diri dan tergugah hatinya terhadap keberadaan kaum disabilitas.

”Bukan melulu materi atau pemberian kesosialan, tetapi penting ada kebijakan terarah demi kemajuan kaum disabilitas. Misal penyediaan sarana dan prasana, baik itu kebutuhan kursi roda dan lainnya. Juga di fasilitas bangunan publik, ada pelayan yang ramah dengan penyedian akses jalan atau tangga khusus,” ucapnya.

Dirinya tak menampik, ada bentuk perhatian dari dinas sosial Kota Banjar yang sudah memberikan pemberdayaan melalui beragam pelatihan.

“Itu semua perlu diberikan secara berkesinambungan, sehingga semua kaum disabilitas di Kota Banjar yang berjumlah sekitar 700 orang dapat hidup mandiri dan berdaya ekonomi,” imbuhnya.

Sementara Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana, mengapresiasi atas kemampuan penyandang disabilitas di Kota Banjar mampu gelar semacam ini. Merupakan bukti disabilitas di Kota Banjar sudah cukup mandiri dan tak terlalu tergantung kepada orang lain

“Semoga PPDI Kota Banjar bisa lebih baik, dan tak berjalan sendiri sebagaimana tujuan yang diharapkannya. Tetap semangat untuk terus maju,” ujarnya. (Nanks/R5/HR-Online)