579 Hektar Sawah di Banjarsari Ciamis Kekeringan

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kemarau panjang yang terus melanda wilayah Kabupaten Ciamis Jawa Barat membuat ratusan hektar sawah di Banjarsari terancam gagal panen.

Pantauan HR di lapangan, sejumlah sawah di Banjarsari kondisinya kini mengering. Bahkan sejumlah tanaman padi mulai mengering dan dipastikan gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Desa Banjarsari, Nandang, saat ditemui Koran HR, Selasa (09/07/2019), mengatakan, para petani saat ini kondisinya tengah kerepotan akibat tidak adanya hujan. Akibatnya ratusan hektar sawah sudah tanam kini kekeringan dan gagal panen.

“Untuk saat ini ada sekitar 500 hektar sawah yang ada di Desa Banjarsari, Desa Sukasari dan sekitarnya dalam satu hamparan ini,” katanya.

Kekeringan ini, terang Nandang, sudah terjadi sejak usia tanam memasuki usia satu bulan sejak tanam. Petani sudah kadung banyak keluar modal. Seperti biaya pengolahan lahan, penanaman hingga pemupukan.

“Jadi kerugiannya cukup mencekik,” terangnya.

Petani lainnya, Adi Winarno, mengatakan, kekringan areal pesawahan di Banjarsari bukan kejadian pertama kalinya. Namun hampir setiap tahun areal sawah petani di wilayah itu mengalami kekeringan.

“Sudah beberapa tahun ini nasib petani di Banjarsari memang selalu kesulitan air. Khususnya memasuki musim tanam kedua. Hal ini diakibatkan buruknya saluran irigasi, karena tidak bisa memasok air untuk areal pesawahan disini,” katanya.

Adi berharap pemerintah bisa segera melakukan peninjauan dan membuat saluran pengairan bagi pesawahan di wilayah tersebut. Karena air itu memang ada di Sungai Ciputrahaji, namun kendala tidak masuknya air lantaran tidak ada irigasi.

“Maka dari itu, sebagai petani saya berharap agar wilayah pertanian kami ini dimasuki saluran irigasi,” katanya.

Anggota Barisan Muda Kawasen Bersatu (BMBKB), Didu, juga berkomentar mengenai kendala dan nasib para petani di wilayah Kecamatan Banjarsari. Menurut dia, sudah saatnya Pemerintah Kabupaten Ciamis memperhatikan wilayah pertanian di Kecamatan Banjarsari.

” Kami mohon kepada pemerintah, agar Banjarsari itu diperhatikan dari sisi pertaniannya.  Karena Banjarsari juga salah satu lumbung padi yang besar untuk wilayah Kabupaten Ciamis,” katanya.

Menurut Didu, pihak asuransi pertanian supaya segera bisa merespon dan membayarkan asuransi pertanian kepada petani yang ikut asuransi.

“Karena kondisi sawah mengering sudah dipastikan mengalami gagal panen, sehingga pihak asuransi pun seyogyanya segera turun dan membayarkan asuransi untuk petani,” terangnya.

Kepala koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Banjarsari, Saep Nugraha, melalui PPL Oyon Rusdiana, membenarkan kondisi kekeringan yang melanda wilayah binaannya.

“Untuk jumlah wilayah kekeringan di Banjarsari sudah terdata sekitar 579 hektar. Data ini kita buat pada akhir Juni 2019,” kata Oyon.

Disinggung soal asuransi, Oyon mengatakan, jika petani akan mengklaim asuransi, petani harus melalui kelompok lalu menghubungi PPL. Agar nantinya pihak nya bisa langsung melakukan koordinasi dengan POPT untuk membuat ajuan klaim ke pihak Jasindo. (Suherman/Koran HR)