Akibat Kemarau, Warga Ciamis Ini Kelabakan Cari Air Bersih

Air Bersih
Warga saat memanfaatkan kolam untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Ciamis Jawa Barat membuat puluhan kepala keluarga di Dusun Sindangjaya, Desa Neglasari, Kecamatan Pamarican, kelabakan mencari air bersih. Mereka pun terpaksa harus memanfaatkan air kolam untuk kebutuhan cuci dan mandi.

Kondisi ini  terjadi di lingkungan RT 17, 18, 19 dan 22, Dusun Sindangjaya. Ibu-ibu ini setiap harinya terpaksa harus pergi ke sebuah kolam ikan milik warga yang jaraknya lumayan jauh. Menurut mereka, kekurangan air tersebut sudah berlaghsung sejak dua bulan terkahir.

“Kami terpaksa harus memanfaatkan air yang ada di kolam ini karena sumur disini kondisinya sudah pada kering,” kata Tati, warga sekitar, Senin (01/07/2019).

Senada dengan itu, Unanah, warga lainnya, mengatakan, setiap pagi dan sore warga di tiga RT pasti berduyun-duyun pergi le kolam ikan yang masih ada airnya.

“Setiap hari kami selalu kesini untuk sekedar mencuci pakaian dan mandi. Mau gimana lagi, karena sumur kami semuanya kering, jadi terpaksa kami harus antri di kolam ini,” katanya.

Sementara itu, warga RT 22, terpaksa harus pergi lebih jauh untuk mendapatkan pasokan air bersih. Mereka harus pergi ke tengah kebun karet yang lokasinya berada di Desa Sukajaya. Dengan menggunakan jerigen, puluhan warga mengantri dan memanfaatkan sumber air yang berada di hulu selokan dan lokasinya di tengah kebun karet.

Kusmayadi, warga setempat, menuturkan, sudah hampir tiga bulan dirinya memanfaatkan air selokan yang ada di tengah kebun karet.

“Terpaksa saya harus memanfaatkan air ini untuk kebutuhan air minum dan bersih-bersih lainnya. Dalam selahri saya beberapa kali ngambil air kesini dengan menggunakan jerigen. Lumayan capek sih. Mau gimana lagi karena kami butuh,” katanya.

Kepala Desa Neglasari, Deni Nono Sunaryo, membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, krisis air bersih di wilayah Sindangjaya memang selalu terjadi saat musim kemarau datang.

“Dari pendataan kami, sudah ada empat RT yang kesulitan air bersih. Warga terpaksa harus memanfaatkan air kolam untuk memenuhi kebutuhannya. Kami juga berharap Pemkab Ciamis bisa mengirim air bersih ke daerah Sindangjaya,” katanya.

Deni menuturkan, kendati sumur bor sudah selesai dibangun, namun kondisinya masih belum bisa dioperasikan.

“Itukan proyek PUPR yang dikerjakan oleh pihak ketiga. Sementara kami hanya penerima manfaatnya saja. Terus terang saja, hingga sekarang belum ada penyerahan. Jangan kan serah terima, saat proyeknya dikerjakan juga kami tidak pernah diberi tahu,” katanya. (Suherman/Koran HR)

Loading...
Loading...