Balapan Liar Kembali Terjadi di Jalan Raya Banjar-Langensari

balapan liar
Seorang remaja saat balapan liar dengan memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi di Jalan Banjar-Langensari di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Warga dan pengguna jalan mengeluhkan masih adanya sejumlah remaja yang memanfaatkan jalan umum untuk mengetes kecepatan motor atau balapan liar. Pasalnya, aksi mereka berpotensi mengancam keselamatan pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lain.

Seperti halnya di Jalan Raya Banjar-Langensari, tepatnya di wilayah Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, sejumlah pemuda masih kedapatan melakukan tes drive motor mereka di jalan yang cukup ramai pada sore hari. Tak hanya aksi memacu kuda besi dengan kecepatan tinggi, mereka juga melakukan aksi jumping yang membuat warga takut saat melihatnya.

Arifin, salah seorang warga, mengatakan, dirinya merasa heran masih adanya aksi tersebut di lokasi yang ramai oleh pengguna jalan. Padahal, areal untuk balapan yang sudah ada di Sport Center seharusnya bisa dimanfaatkan oleh para remaja yang ingin menyalurkan hobinya itu.

“Saya kira itu bagian dari hobi yang sulit dicegah. Hanya saja tempatnya saja yang kurang tepat, bukan di jalanan umum seperti ini. Apalagi saat mereka beraksi, itu tidak menggunakan kelengkapan berkendara seperti helm, dan lainnya. Ini bahaya kalau dibiarkan,” katanya, kepada Koran HR, Senin (15/07/2019).

Agar jalan tersebut tidak lagi digunakan untuk balapan liar ataupun tes drive, dirinya berharap di sepanjang jalan itu dipasang garis kejut supaya pengguna kendaraan tidak kebut-kebutan.

“Kecelakaan di sini sudah berulang kali akibat aksi seperti ini. Saya harap ada langkah serius supaya mereka bisa menyalurkan hobinya itu di tempat yang tepat. Syukur-syukur diberikan sesuatu yang membuat efek jera memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalanan tersebut,” ucap Arifin.

Senada dikatakan Nasiran, warga lainnya, yang mengharapkan jalanan umum yang digunakan banyak warga tidak dimanfaatkan oleh oknum remaja untuk hal-hal yang membahayakan. Ia pun setuju agar di jalan tersebut dibuatkan garis kejut atau polisi tidur supaya pengendara bisa pelan saat memacu kendaraannya.

“Cocok sekali kalau dibuatkan polisi tidur, tapi jangan ketinggian. Hanya sebatas untuk mengingatkan saja supaya pengguna jalan lebih hati-hati dan menjalankan kendaraannya pelan. Soalnya di sini sudah sering sekali terjadi kecelakaan, terutama akibat balapan liar atau tes drive,” tandas Nasiran. (Muhafid/Koran-HR)