Bantuan Gempa 2017 di Ciamis Tak Kunjung Cair, Ini Kata Wagub Jabar

bantuan gempa 2017
Uu Ruzhanul Ulum, wakil Gubernur Jawa Barat saat memberi bantuan pada warga Pamarican, Kabupaten Ciamis, Sabtu (13/7/2019). Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan akan bersinergis dengan pihak Pemkab Ciamis terkait bantuan gempa 2017 di Kabupaten Ciamis yang tak kunjung cair, Sabtu (13/7/2019).

“Pemprov Jabar akan selalu berusaha hadir di saat masyarakat membutuhkan, termasuk juga untuk solusi bantuan korban gempa. Intinya pihak kami akan mengabulkan dengan tidak melangkahi kebijakan-kebijakan Pemkab setempat. Kami menunggu koordinasi dari Pemkab Ciamis,” kata Uu, saat ditemui HR Online usai memberikan bantuan pada seorang nenek di Pamarican yang rumahnya nyaris ambruk, Sabtu (13/7/2019).

Uu juga menyebutkan, jika bantuan gempa 2017 silam tidak bisa dicover oleh anggaran APBD, maka masih ada Jabar Quick Respon.

“Jabar Quick Respon ini bukan hanya dibiayai oleh anggaran dari ABPD Pemprov, namun ada juga anggaran CSR atau dari pendapatan-pendapatan lain yang sah menurut undang-undang,” kata Uu.

Uu juga berjanji akan memperhatikan hal tersebut, sepanjang ada komunikasi dari Pemerintah Daerah dengan Pemprov Jabar.

“Tentunya kami tidak mengabaikan komunikasi dengan pemerintahan setempat, sehingga ada saling menghargai dan menghormati agar terjadi kesinambungan,” terangnya. 

Sementara itu, pada pemberitaan sebelumnya korban gempa Tasikmalaya 15 Desember 2017 silam di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mengeluh karena tidak ada bantuan dari pemerintah. Ratusan rumah warga yang hancur akibat gempa berkekuatan 6,9 SR tersebut tak kunjung tersentuh bantuan.

Baca Juga: 2 Tahun Rumah Hancur, Korban Gempa di Ciamis Tak Kunjung Dapat Bantuan

Seperti yang dialami salah satu warga, Yanto, korban gempa Tasikmalaya dari Dusun Sambungjaya, RT 15, RW 06, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Yanto menagih pemerintah terkait bantuan renovasi rumah seperti yang pernah dijanjikan kepadanya.

“Kami masih berharap bantuan dana konvensi dari pemerintah. Saat ini nasib kami terus terkatung-katung akibat tidak adanya kepastian. Saya pun berharap agar keluhan saya ini segera direalisasikan oleh pemerintah,” ujar Yanto kepada HR Online, beberapa waktu lalu. 

Pasca Gempa Tasikmalaya, diketahui rumah milik warga di wilayah Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, banyak yang mengalami kerusakan. Mulai dari rusak parah, rusak sedang, sampai rusak ringan. Ada juga beberapa rumah yang ambruk dan rata dengan tanah. (Suherman/R7/HR-Online)