Bedanya Lubang, Sidat, Pelus dan Belut

Bedanya Lubang, Sidat, Pelus dan Belut

Sains, (harapanrakyat.com),- Sidat dan Belut. Sidat, Lubang atau Pelus (ordo Anguilliformes) merupakan kelompok ikan dengan tubuh menyerupai ular. Ordo Anguilliformes ini memiliki 4 subordo (tingkatan), 19 famili, 110 genera, dan 400 spesies. Mayoritas spesies ini hidup di laut, tapi beberapa diantaranya juga hidup di air tawar.

Sedangkan belut, termasuk dalam golongan atau keluarga Synbranchidae. Perbedaan yang paling mendasar antara belut dengan golongan Anguillidae (sidat) adalah pada bagian tubuh, sidat mempunyai sirip sedangkan belut tidak.

Soal penamaan, belut tidak memiliki nama lain. Sedangkan sidat memiliki nama lain seperti pelus, moa, uling, paling dan lubang. Penamaan ini merujuk berdasarkan variasi dan jenisnya yang beragam.

Berdasarkan habitatnya, belut dibedakan menjadi tiga, yaitu belut sawah (monopterus albus), belut rawa atau belut kirai (ophysternon bengelense) dan belut laut (macrotema aligans).

Sidat seringkali ditemukan di rawa-rawa atau parit-parit yang dalam. Khususnya sungai-sungai yang bermuara ke laut. Sidat bisa dibilang binatang petualang. Karena fase hidupnya yang berpindah-pindah. Karena binatang petualang ini, akhirnya Sidat menjadi terkenal bernilai mahal.

Sidat Dewasa

Sidat dewasa bisa berusia hingga belasan tahun dan memijah di laut dengan kedalaman 200 sampai 1.000 meter. Saat bertumbuh dewasa, sidat mencari perairan tawar.

Ketika akan bertelur, sidat dewasa akan berenang menuju laut yang dalam. Begitu menetas, sidat kecil akan mencari muara sungai. Setelah sidat agak dewasa serta mampu berenang melawan arus, sidat ini akan segera berpindah ke arah hulu sungai.

Di Indonesia, ikan sidat masih tergolong kurang populer. Dari sisik fisik, sidat memang menyerupai belut. Hanya saja, sidat memiliki tubuh seperti pipa dengan sirip di atasnya, di kepalanya juga terdapat telinga.  

Sidat memiliki keunikan, yakni bisa menentukan jenis kelamin sesuai dengan kondisi lingkungan. Saat dewasa, sidat berubah warna menjadi cenderung keperakan. Sebelum itu, saat memasuki air tawar, sidat melalui fase transparan dan berubah menjadi kuning.

Umumnya, pada fase kuning inilah sidat banyak terjerat pancing, tertangkap di saluran air, anak sungai, sungai, dan danau. (Deni/R4/HR-Online)

Geger! Warga Lakbok Ciamis Temukan Belut Raksasa
Warga Dusun Sidamulya, Desa Tambakreja, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, digegerkan penemuan sidat raksasa, Rabu (24/07/2019). Foto : Muhlisin/ HR

Warga Lakbok Ciamis Temukan Sidat Raksasa