Beternak Merpati Balap di Ciamis, Warga Kawali Raup Untung Jutaan

Merpati Balap di Ciamis
Merpati Balap yang diternakkan Wahyu, warga Desa/Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Foto: Edji/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Wahyu, warga Dusun Indrayasa, Desa/Kecamatan Kawali, meraup untung jutaan rupiah dari usahanya beternak merpati balap di Ciamis, Jawa Barat.

Peternak burung merpati balap di Ciamis ini mengatakan, usahanya tersebut sudah dilakoni Wahyu sejak dua tahun lalu. Merpati balap yang diternakkan Wahyu merupakan hasil pembiakan dari burung merpati secara khusus agar terbang lebih cepat.

“Awalnya melihat tingginya peminat burung merpati balapan dan juga banyak penghobinya, jadi mencoba beternak burung merpati balapan,” ujar Wahyu kepada HR Online, Minggu (28/7/2019).

Menurut Wahyu, modal awal yang dia gelontorkan untuk memulai beternak burung merpati balap memang besar.

“Walau modalnya besar, tapi para pembeli percaya karena merpati kami berasal dari induk unggulan berjenis AR (Anak Reftil), sehingga para penghobi sudah pada tahu,” kata Wahyu.

Wahyu menjelaskan, merpati balap tersebut sendiri sudah akrab di kalangan para pecinta merpati. Ada yang disebut merpati balap dasar, merpati balap tinggian dan merpati kolong.

“Untuk harganya, merpati balapan anak atau disebut piyik bisa laku dijual mulai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta setiap ekornya,” terang Wahyu.

Sedangkan untuk merpati kolongan yang biasa disebut jablay, kata Wahyu, harganya bisa tembus Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per ekor.

“Lain lagi kalau merpatinya itu kerap menyandang juara, maka harga jualnya pun langsung melesat. Semakin tinggi jam terbang harga merpati balap makin mahal,” katanya.

Wahyu mengaku bisa meraup omzet jutaan rupiah karena tingginya peminat merpati balap.

“Alhamdulillah tiap bulan bisa meraih omzet jutaan karena tingginya minat para penghobi merpati balap,” ungkapnya.

Wahyu menambahkan, merpati balapan yang baik memiliki ciri selain bentuk posturnya yang ideal, lehernya pun tidak boleh panjang atau terlalu pendek. Sebab, leher burung merupakan alat kemudi yang membantu burung saat berbelok maupun menukik.

“Sementara kalau dari ukuran dan kualitas sayap itu harus panjang, sebab nantinya akan mempengaruhi manuver dan kecepatan saat merpati balap saat terbang,” pungkasnya. (Edji/R7/HR-Online)