Bisnis Budidaya Ikan Gabus di Ciamis Janjikan Untung Besar

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sebagian orang mungkin menganggap Ikan Gabus (Bogo) hanyalah jenis ikan rawa yang mana masyarakat enggan untuk membudidayakannya. Karena ikan ini tergolong ikan rakus (kanibal). Namun di tangan Agah Nugraha, budidaya ikan gabus ini menjadi bisnis yang besar dan menggiurkan.

Saat dijumpai Koran HR, Selasa (16/07/2019), Agah mengatakan, dirinya mulai membudidayakan ikan gabus tersebut ketika bisnis budidaya ikan gurame miliknya mengalami kegagalam akibat diserang penyakit yang sulit dikendalikan.

“Belum lama sih. Ya sekitar satu tahunanlah saya menggeluti budidaya ikan gabus ini. Awalnya saya juga ragu, apakah budidaya ikan gabus ini bisa berhasil atau tidak,” katanya.

Namun setelah digeluti, kata Agah, ternyata budidaya ikan gabus ini sangat bagus dan hasilnya juga jauh lebih besar daripada budidaya ikan gurame.

“Saat ini, ikan gabus hasil budidaya saya sudah panen dengan harga lumayan tinggi, yaitu Rp. 60 hingga Rp. 70 ribu perkilogramnya,” katanya.

Sebelum terjun membudidayakan ikan gabus, Agah mengaku, dirinya bergelut di bidang budidaya ikan gurame. Namun belakangan ini, serangan penyakit terhadap ikan gurame kian memprihatinkan, sehingga ia merugi.

“Berawal dari situ, saya kepikiran untuk beralih ke budidaya ikan gabus. Karena sepengetahuan saya, ikan gabus ini jarang terkena penyakit. Di sisi lain ikan jenis ini kian banyak digemari oleh masyarakat, terutama bagi yang baru melakukan bedah operasi. Dari situlah saya mencoba membeli beberapa bibit ikan gabus dari para pemancing,” katanya.

Saat percobaan, lanjut Agah, dia hanya mempunyai enam ekor bibit. Untuk mengembangkan budidaya ikan gabus ini, dia menggali ilmu dari google dan mencari tahu cara budidaya ikan gabus yang benar.

Alhasil, Agah langsung mempraktikan nya sendiri hingga bisa berkembang seperti sekarang. Untuk perkembangan  ikan gabus sendiri, memang tergolong agak lambat. Dari mulai penetasan itu butuh waktu minimal 7 bulan untuk bisa dipanen.

Saat ini, lanjut Agah, dirinya sudah mempunyai ribuan ekor ikan gabus yang sudah siap panen.

“Untuk jenis ikan gabus yang saya kembangkan saat ini, jenisnya ikan gabus lokal yang biasa hidup di rawa dan sungai. Namun dalam budidaya ini, saya membiasakan ikan gabus ini dikasih pakan media pelet, sehingga ikan-ikan ini tidak begitu agresip untuk saling memangsa satu sama lainnya,” katanya.

Selama kurang lebih satu tahun ini, kata Agah, dirinya sudah mampu membudidayakan ikan gabus hingga puluhan ribu ekor dari awal enam pasang bibit. Dalam satu kali tetas, satu bibit ikan gabus mampu menghasilkan telur mencapai 7000.

“Dan rata-rata 70 persennya sudah berhasil menjadi benih ikan yang siap untuk dibesarkan. Mungkin kalau sekarang jumlah induknya sudah bertambah. hal ini sengaja karena saya ingin mengembangkannya lebih besar lagi,” terangnya.

Agah Nugraha merupakan warga Dusun Sukadana, RT 03 RW 03, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. ia juga bekerja sebagai perangkat Desa Cigayam selaku Kasie Pemerintahan.

Agah memanfaatkan waktu luangnya untuk membudidayakan Ikan Gabus yang ia kembangkan di dalam bak bekas budidaya ikan Gurame. Meski sukses membudidayakan ikan gabus, Agah pun hingga saat ini tetap menggeluti budidaya ikan Gurame.

Kepala Desa Cigayam, Dodi Heryana, mengaku kagum dengan keuletan stafnya tersebut. “Terus terang saja saya merasa kagum. Memang sejak lama dia itu sudah terjun di bidang budidaya ikan. Namun baru kali ini saya melihat budidaya ikan gabus yang sukses dan patut untuk dikembangkan,” katanya. (Suherman/Koran HR)