BMKG Sebut Gempa di Kota Banjar dan Majenang Disebabkan Sesar Citanduy

gempa sesar citanduy
Laporan gempa kekuatan 3,2 SR yang terjadi akibat sistem Sesar Citanduy atau berpusat di darat 14 km Tenggara Kota Banjar dengan kedalaman 13 kilometer. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, menyebut gempa tektonik dengan kekuatan 3,2 SR yang berpusat di darat atau 14 km tenggara Kota Banjar, Jawa Barat dan terasa kuat di Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu (27/07/2019) pukul 00.34 WIB, disebabkan dari masih aktifnya sistem Sesar Citanduy.

Menurut Daryono, episentrum gempa tersebut terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat atau antara Kota Banjar dan Kabupaten Cilacap. “Dari hasil analisa kami bahwa pembangkit gempa tersebut adalah sistem sesar Citanduy. Artinya, gempa tersebut telah memberikan informasi kepada kita bahwa sesar Citanduy masih aktif,” ujarnya dalam pres rilis yang diterima redaksi HR Online, Sabtu (27/07/2019).

Daryono menjelaskan apabila ditinjau dari lokasi episentrum dan kedalaman hiposentrum gempa tersebut merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake. Gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif. 

Gempa bumi terjadi pada pukul 00.34 WIB dengan kekuatan 3,2 SR. Gempa yang terjadi di 7.37 LS 108.66 BT ini berada di darat 14 km Tenggara Kota Banjar dengan kedalaman 13 kilometer. Sumber: BMKG

“Ditinjau dari shakemap atau peta tingkat guncangan milik BMKG dan berdasar pada laporan masyarakat bahwa guncangan gempa tersebut terasa kuat di wilayah Wanareja, Majenang, Sidareja, Babakan Anyar (Kabupaten Cilacap), Rancah, Cisaga (Kabupaten Ciamis) dan Kota Banjar dengan skala Intensitas II MMI,” ujarnya.

Daryono menyebut setelah terjadi gempa di sesar Citanduy pada dini hari tadi belum terjadi lagi gempa susulan. Dia pun menghimbau masyarakat agar tenang dan selalu waspada untuk mengantisipasi setiap bencana yang terjadi.

“Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak dari gempa tersebut,” ujarnya.

Namun begitu, tambah Daryono, meski gempa yang terjadi dini hari tadi tidak berdampak kerusakan, namun setidaknya sebagai pengingat bahwa struktur Sesar Citanduy yang melintas di wilayah Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Cilacap masih aktif dan patut diwaspadai.

“Ketika daerahnya rawan terjadi gempa, masyarakat harus memahami betapa pentingnya struktur bangunan tembok rumah yang kuat serta aman dari dampak gempa bumi,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya BMKG melansir gempa terjadi pada pukul 21.58 WIB dengan kekuatan 2,8 SR pada Jum’at (26/7/2019). Lokasi gempa berada di 7.35 LS, 108.64 BT atau 11 kilometer Timur Laut Kota Banjar dengan kedalaman 8 kilometer. Gempa ini guncangannya terasa di wilayah Cilacap, Tasikmalaya, dan Banjar.

Kemudian, gempa bumi juga terjadi pada pukul 00.34 WIB dengan kekuatan 3,2 SR. Gempa yang terjadi di 7.37 LS 108.66 BT ini berada di darat 14 km Tenggara Kota Banjar dengan kedalaman 13 kilometer. (R2/HR-Online)

Loading...