Bukan Hidrosephalus, Balita di Ciamis Perlu Uluran Tangan Dermawan

balita di Ciamis perlu bantuan
NUr Fauziah (3) balita di Ciamis yang kepalanya makin membesar, namun bukan karena menderita hidrosephalus. Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Seorang balita bernama Nur Fauziah (3) hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur di rumah orangtuanya di Dusun Awisari Desa/Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. 

Puteri pertama dari tiga bersaudara pasangan Wawan Kriswanto dan Fani Ratnasari ini sejak usia dua bulan memiliki penyakit aneh. Sejak saat itu hingga kini usia 3 tahun, kepala Nur Fauziah yang lahir pada 29 November 2015 semakin membesar. 

Kondisi Nur Fauziah yang memprihatinkan selama ini nyatanya sama sekali belum tersentuh bantuan pemerintah. 

Kepala Desa Cikoneng, Elin Marlina membenarkan hal tersebut saat dirinya mengunjungi Nur Fauziah di rumahnya. 

“Kondisi keluarga Nur Fauziah sangat memprihatinkan, ayahnya hanya kerja serabutan tidak bisa membiayai pengobatan anaknya,” ujar Elin kepada HR Online, Jum’at (12/7/2019).

Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan orang tua Nur, bahwa Nur Fauziah pernah dioperasi di salah satu rumah sakit di Banjar. Saat ini, menurut dokter yang menangani balita tersebut harus dioperasi kembali.

“Namun orang tuanya tidak punya biaya untuk operasi, mereka juga tidak punya BPJS. Dulu sempat punya BPJS tapi iurannya tidak dibayar, ya karena kondisinya sangat tidak mampu,” jelasnya. 

Saat ini, pihaknya tengah mengurusi agar keluarga Nur Fauziah bisa masuk ke peserta jaminan kesehatan milik Pemda Ciamis yakni kartu waluya. 

“Mudah-mudahan segera beres segala administrasi dari tingkat desa ke tingkat Kabupaten, sehingga kalau nanti sudah punya kartu waluya, Nur Fauziah bisa berobat gratis,” ucapnya. 

Lebih lanjut Elin menyebut, bahwa menurut dokter yang menangani Nur Fauziah, penyakit yang diderita Nur bukan Hidrosephalus seperti yang kerap diderita balita lain dengan gejala ukuran kepala yang makin membesar.

“Tidak tahu persis apa penyakitnya, yang jelas katanya bukan Hidrosephalus, tapi memang harus ada pembedahan pada bagian kepalanya, dulu juga pernah disedot cairan yang ada dalam kepala Nur Fauziah,” ungkap Elin Herlina.

Pihaknya berharap kepada masyarakat dan para Dermawan agar bisa membantu Nur Fauziah untuk meringankan beban kedua orangtuanya. (Jujang/R7/HR-Online)