Cagar Alam Pangandaran, 30 Persen Kawasan Hutan Sekunder Tua

Cagar Alam Pangandaran
Lokasi pintu masuk Cagar Alam Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Cagar Alam Pangandaran dikenal bukan hanya karena flora dan faunanya yang masih terjaga dengan baik sehingga menarik wisatawan, namun juga karena lokasinya yang nyaman untuk dikunjungi.

Diketahui, cagar alam milik BKSDA Provinsi Jabar ini memiliki luas 454,6 hektar, laut seluas 470 hektar dan untuk taman wisata alam (TWA) seluas 34,321 hektar.

Uking Iskandar, salah satu petugas BKSDA di Cagar Alam, mengatakan, luasnya areal cagar alam tersebut pihaknya terus mengimbau kepada pengunjung untuk menaati peraturan yang ada, termasuk harus tetap bersama rombongan agar tidak tersesat saat berada di dalam.

“Memang cagar alam yang dikenal selama ini hanya satwa liarnya saja, padahal di dalamnya banyak sekali tanaman langka serta jenis tumbuhan lainnya yang bisa digunakan untuk obat-obatan,” jelasnya kepada Koran HR, Selasa (25/06/2019).

Uking menambahkan, 30 persen dari seluruh kawasan cagar alam merupakan hutan sekunder tua yang berumur antara 30 sampai 55 tahun hutan. Sementara itu, pohon yang mendominasi adalah jenis laban vitex pubescens, kisegel, dillena exelsa dan marong cratoxylon formasun.

Sementara untuk hutan primer yang berada di sekitar bukit-bukit kapur dan tempat keramat, lanjut Uking, didominasi oleh pohon seperti buchanamia arboresceys ataupun kokosan monyet. Sedangkan hutan pantai ditumbuhi susunan formasi baringtonia nyamplung, ketapang dan waru. (Entang/Koran HR)