Desa Karangkamulyan Ciamis Kembangkan Hidroponik dari Sabut Kelapa

hidroponik dengan sabut kelapa
Kepala Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis saat memperlihatkan media tanam hidropnik dari sabut kelapa. Foto: Jujang/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Hidroponik merupakan salah satu cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, budidaya tanaman melalui hidroponik ini lebih mengutamakan media air yang telah dicampur dengan nutrisi. Namun, lain halnya dengan inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Di bawah kepemimpinan Kuwu M Abdul Haris, Pemerintah Desa Karangkamulyan saat ini sedang menggali potensi untuk meningkatkan kesejahteraan di bidang pertanian, dengan cara urban agriculture atau yang dikenal dengan teknik hidroponik.

“Akan tetapi, teknik hidroponik di Desa Karangkamulyan sedikit berbeda dengan tanaman hidroponik lainnya,” ujarnya.

Menurut Haris, tanaman hidroponik di Desa Karangkamulyan menggunakan Teknik Komputer yang dikontrol menggunakan sistem IOT (Internet Of Things), sedangkan untuk media tanamnya sendiri unik, yaitu menggunakan bahan dasar sabut kelapa yang sudah kering.

“Teknik menanam tanaman hidroponik ini diberi nama Imahan IOT Vertical Garden. Untuk cara kerjanya sendiri menggunakan Software dari aplikasi yang bisa digunakan melalui Smartphone,” jelasnya.

Uniknya, dalam teknik tanaman hidroponik ini yaitu menggunakan media tanam yang bahan dasarnya itu sabut kelapa kering. Jadi, selain kualitas tanamannya higienis dan bersih, tanaman hidroponik dari sabut kelapa dengan teknologi Imahan IOT Vertical Garden ini sepenuhnya menggunakan sistem komputer.

“Sehingga mengurangi beban kerja manusia, karena tinggal klik tombol di aplikasi khusus dalam Smartphone di mana saja,” ungkap Haris.

Pihaknya mengaku bekerjasama dengan PT. Rekardaya Multi Adiprima (RMA) Bogor. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Karangkamulyan, melalui bidang pertanian tanaman hidroponik dengan mengolah bahan dasar sabut kelapa sebagai media tanamnya.

“Media tanam Imahan IOT Vertical Garden ini merupakan satu-satunya tanaman hidroponik di Ciamis bahkan di Indonesia yang media tanamnya menggunakan sabut kelapa, tetapi kalau di Eropa itu banyak,” katanya.

Dengan adanya media tanam Imahan IOT Vertical Garden, lanjut Haris, pihaknya akan menggunakannya untuk tanaman yang bernilai ekonomis sebagai bentuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan memberdayakan Bumdes untuk mengolah tanaman hidroponik Imahan IOT Vertikal Garden ini, supaya meningkatkan PADes Desa Karangkamulyan,” kata Haris.

Pihaknya berharap, Pemerintah Daerah Ciamis bisa memberi bantuan alokasi dana untuk produksi media tanam hidroponik dari sabut kelapa dengan teknologi Imahan IOT Vertical Garden ini. Karena bahan baku media tanam, yakni sabut kelapa saat ini sulit didapatkan di Kabupaten Ciamis.

“Kita mengumpulkan sabut kelapa ini dari 5 Kecamatan di Kabupaten Ciamis. Untuk kebutuhan kita itu sekitar 5 ton dalam produksi media tanam hidroponik Imahan IOT Vertical Garden ini,” tandasnya. (Jujang/R7/HR-Online)