Dinas Pariwisata Pangandaran Gelar Uji Kompetensi Perhotelan dan Restoran

Pelatihan uji kompetensi perhotelan dan restoran digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Photo : Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Pelatihan uji kompetensi perhotelan dan restoran digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (29/07/2019).

Pelatihan uji kompetensi perhotelan dan restoran merupakan terobosan baru dari Dinas Pariwisata Pangandaran, yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja para pegawai hotel dan restoran.

Kegiatan pelatihan tersebut akan berlangsung secara kontinu, mengingat pesertanya yang begitu banyak. Ditargetkan 1.000 lebih pegawai dari berbagai hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Pangandaran mengikuti kegiatan pelatihan ini.

“Untuk kegiatan uji kompetensi ini bebas diikuti oleh seluruh pegawai hotel dan restoran yang ada di Kabupaten Pangandaran, dan target dari kegiatan ini sebanyak 1.000 lebih pegawai dari berbagai hotel dan restoran,” terang Dadang, selaku penyelenggara kegiatan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, kepada HR Online.

Dengan motto “Pangandaran menuju obyek wisata yang mendunia dan Pangandaran Hebat”, lanjut Dadang, maka SDM di Kabupaten Pangandaran harus terus ditingkatkan, salah satunya para pegawai hotel dan restoran.

Dengan dibekali pelatihan serta ilmu perhotelan dan restoran, diharapkan nantinya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada para wisatawan.

“Jika pelayanan bagus otomatis wisatawan pun akan betah berlama-lama berada di obyek wisata Kabupaten Pangandaran,” ujar Dadang.

Kepala Bidang Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, Megi, menambahkan, kegiatan uji kompetensi perhotel dan restoran ini terbagi ke dalam beberapa bidang atau kelompok.

“Di hotel juga kan banyak bidangnya, seperti kitchen dan resepsionis. Selain terbagi ke dalam beberapa kelompok, dalam kegiatan tersebut para peserta yang ikut juga dites untuk praktek di bidangnya masing-masing. Misalnya ruang 2 kelas chef, maka para peserta harus praktek memasak di ruangan dapur atau kitchen set yang sudah disiapkan pihak panitia,” terangnya.

Megi mengatakan, kegiatan pelatihan uji kompetensi perhotelan dan restoran yang digelar pihaknya ini bekerjasama dengan CKPNI (Crew Kapal Pesiar dan Niaga Indonesia) Kemenpar RI, serta LSP Maestro Perhotelan dari Kemenaker RI, dan PT Inti Karya Kwalitas.

Selain itu, panitia juga menyiapkan sejumlah narasumber handal di bidangnya yang akan memberikan edukasi kepada para peserta pelatihan.

Sementara itu, Adrian, salah seorang peserta pelatihan, mengaku dirinya sangat beruntung bisa mengikuti pelatihan perhotelan dari Dinas Pariwisata. Selain mewakili hotel tempatnya bekerja, Adrian juga mengaku dengan ikutnya kegiatan tersebut maka wawasan tentang perhotelan pun bertambah.

“Sebelumnya saya tidak pernah mengikuti pelatihan, dan baru kali ini saya sangat beruntung bisa menambah wawasan. Materi yang disampaikan para pemateri mudah dipahami. Pada saat belajar, semua peserta pun merasa nyaman dan bisa mengikuti apa yang disampaikan oleh para narasumber,” ungkap Adrian. (Ntang/R3/HR-Online)