Puluhan Domba Garut di Kota Banjar Dipamerkan dalam HKP ke-47

Domba Garut
Apendi Sohib, Ketua HPDKI Kota Banjar, saat menjadi penengah dalam adu domba di pembukaan Hari Krida Pertanian ke-47 di kawasan Terminal Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Puluhan domba Garut dari Himpunan Peternak Domba-Kambing Indonesia (HPDKI) Kota Banjar, dipamerkan dalam acara Hari Krida Pertanian (HKP) Kota Banjar ke-47, di depan lapang futsal area Terminal Bis Banjar, yang akan berlangsung dari 9 hingga 12 Juli 2019.

Di sela-sela kegiatan bersama pecinta dan peternak domba Garut, Apendi Sohib yang merupakan Ketua HPDKI Kota Banjar, menuturkan, domba-domba tersebut merupakan milik para peternak yang tergabung dalam HPDKI Kota Banjar.

Ia mengungkapkan, di Kota Banjar sendiri sebenarnya anggota yang masuk dalam organisasinya banyak, lantaran semua peternak domba masuk di dalamnya. Hanya saja khusus peternak domba Garut terdapat sekitar 20 orang.

“Biasanya kita dalam komunitas ikut kegiatan kontes patok, seni tangkas yang di dalamnya seperti mementaskan domba itu joged, kolaborasi domba joged dan peternak silat, maupun ikut dalam pertandingan,” jelasnya kepada Koran HR, Selasa (9/7/2019).

Untuk merawat domba tersebut, kata pria yang akrab dipanggil Pendi ini, tidak jauh dengan domba pada umumnya. Namun, domba ini memiliki perawatan khusus, seperti sebulan sekali dicukur, dimandikan seminggu sekali, potong kuku, atau diberikan jamu.

Khusus saat mau bertanding, lanjut Pendi, domba Garut biasanya akan mengikuti berbagai tahapan pelatihan selama 3-4 hari sebelum bertanding, seperti latihan renang, berlari, jalan-jalan malam.

“Nah untuk jamu sama seperti manusia, hanya saja porsinya yang berbeda. Sebenarnya sih rahasia, tapi secara umum domba ini diberikan jamu seperti telur, kunyit, madu, temulawak, maupun jahe. Domba itu hewan yang adaptatif, baik pada suhu dingin ataupun panas. Jadi kendala selama beternak hampir tidak begitu sulit,” paparnya.

Berkaitan dengan harga, Pendi mengungkapkan harga domba di Banjar berkisar mulai dari Rp 4 juta hingga Rp 50 juta. Sedangkan domba miliknya ditaksir sekiyar Rp 35 juta lebih meskipun ia tidak berniat menjualnya. Sementara di luar, biasanya mencapai ratusan juta per ekornya.

“Memang lumayan juga sih perawatannya. Jika dihitung, tiap hari untuk pakan dan perawatan per ekornya bisa mencapai Rp 5 ribu. Hobi ini juga bisa jadi media untuk berbisnis,” pungkasnya.

Hal senada juga dikatakan, Rudi Hartono, peternak yang juga anggota HPDKI Kota Banjar. Menurutnya, dalam komunitas selain bisa berbagi wawasan soal pemeliharaan domba, juga terdapat pelatihan anggota, kewirausahaan serta lainnya. Bahkan, dari Kota Banjar sering mengikuti kontes maupun pertandingan di luar daerah yang berada di wilayah Priangan Timur.

“Biasanya kita bergilir kegiatannya, kadang di Ciamis, Tasik, atau ke Pangandaran. Kalau di sini, yang rutin itu setiap Agustusan dan Hari Jadi Kota Banjar pasti kita ada kegiatan khusus peternak domba, terutama domba Garut,” jelasnya. (Muhafid/Koran HR)