Dua Jemaah Calon Haji Asal Ciamis Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Dua Jama’ah Calon Haji Asal Ciamis Gagal Berangkat ke Tanah Suci. Photo : Jujang/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dua orang jemaah calon haji asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dinyatakan tidak bisa berangkat ke Tanah Suci dikarenakan sakit. Kedua orang tersebut masing-masing bernama Nandang, warga Kecamatan Banjarsari, dan Aris Nugroho, warga Ciamis.

Diketahui, jumlah jemaah calon haji asal Kabupaten Ciamis yang diberangkatkan pertama ini ada sebanyak 410 orang. Mereka diberangkatkan dari gedung Islamic Center Ciamis menuju Asrama Haji Embarkasi Bekasi pada Minggu (07/07/2019), dengan menggunakan 11 armada bus.

Jemaah calon haji kloter (kelompok terbang) pertama asal Ciamis yang diberangkatkan hari ini masuk pada kloter 8 nasional.

Terkait dengan dua orang jemaah yang tidak bisa berangkat, Kasi. Urusan Haji Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, H. Asep Lukman Hakim, membenarkan, bahwa pada kloter 8 nasional asal Ciamis ini, ada dua orang jemaah yang tidak bisa berangkat karena sakit.

“Salah seorang jemaah atas nama Nandang dari Banjarsari adalah jema’h calon haji tahun lalu yang sudah sampai di Asrama Haji Bekasi, tapi mendadak sakit dan dipulangkan. Setelah kembali, dia tercatat sebagai jemaah yang berangkat pertama tahun ini, namun yang bersangkutan kini kembali sakit dan masuk ruang ICU,” jelasnya.

Asep juga mengatakan, karena kondisi kedua jama’ah calon haji tersebut mengalami sakit berat, sehingga terpaksa tidak diikutkan melaksanakan ibadah haji tahun ini.

Sementara itu, Bupati Ciamis, H. Herdiat, saat melepas 410 jemaah calon haji di Gedung Islamic Centre Ciamis, berpesan agar jemaah asal Kabupaten Ciamis tidak memaksakan kehendak saat berada di Tanah Suci.

Hal itu karena cuaca di Tanah Suci saat ini sangat terik, sehingga jemaah haji harus menjaga kesehatan dan harus banyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.

“Jemaah asal Ciamis harus tetap menjaga kesehatan agar bisa menjalankan ibadah dengan khusu, dan kembali ke tanah air menjadi haji mabrur. Selain itu, juga jangan terlalu banyak pikiran, tetapi harus fokus pada ibadah,” ucap Herdiat. (Jujang/R3/HR-Online)