FaceApp, Aplikasi Pengubah Wajah yang sedang Hits, Tapi Amankah bagi Pengguna?

FaceApp, Aplikasi Pengubah Wajah yang sedang Hits
Aplikasi FaceApp yang bisa mentransformasikan wajah seseorang. Foto : FaceApp

Berita Teknologi (harapanrakyat.com),- FaceApp, sebuah aplikasi yang bisa “memprediksi” wajah kita tua nantinya, dalam minggu-minggu ini tengah viral. Bukan hanya di luar negeri, namun aplikasi ini juga hits di Indonesia.

Lantas apa itu aplikasi FaceApp? Aplikasi Android yang dibuat tahun 2017 ini dan dikembangkan oleh developer Wireless Lab asal Rusia, bisa merubah foto wajah Anda dengan menggunakan filter.   

Salah satu yang menjadi viral saat ini adalah merubah wajah pengguna menjadi kelihatan lebih tua, atau dengan kata lain ‘memprediksi’ wajah tua kita nantinya.

Selain fitur mengubah wajah menjadi terlihat tua, FaceApp juga bisa merubah wajah kelihatan muda, jenis kelamin, serta merubah wajah menjadi bisa tersenyum. Dan teknologi yang digunakan untuk mentrasformasi wajah tersebut adalah neural network.

Sehingga tidak salah jika aplikasi yang berukuran hanya 12 MB ini sudah diunduh di Google Play Store sebanyak 100 juta lebih.

Sebelumnya, aplikasi Android ini juga bisa merubah warna kulit seseorang, baik menjadi hitam, putih atau warna kulit dari etnis lainnya. Namun karena menuai kontroversial, maka filter tersebut dihilangkan.

Saat aplikasi ini booming, banyak sekali yang memakai baik dari artis Tanah Air sampai selebiriti Hollywood.

Memang saat menggunakan atau menjalankan aplikasi ini terlihat menyenangkan. Namun akhir-akhir ini Anda yang sering menggunakan FaceApp sebaiknya lebih berhati-hati.

Karena, aplikasi dari Rusia ini dikhawatirkan dapat saja menyimpan informasi pribadi, mendistribusikan lalu menjualnya, walaupun fotonya sudah dihilangkan/hapus, dan itu tanpa sepengetahuan pengguna.

Kekhawatiran para ahli keamanan digital adalah menyorot kebijakan keamanan dari pihak pengembang aplikasi tersebut yang tak jelas.

Biasanya orang jarang membaca seluruh kebijakan atau ketentuan dari aplikasi tersebut. Karena diyakini tidak membahayakan pengguna dan lantas cenderung terburu-buru untuk mengklik kata “agree”.

Itu yang menjadi kekhawatiran pakar digital asal Inggris, James Whatley, seperti mengutip dari NY Post.

Menurutnya, Anda memberikan FaceApp lisensi abadi sehingga bebas untuk mengaksesnya, dan itu tak bisa dibatalkan. Dan itu tertuang dalam ketentuan yang dibuat oleh FaceApp.

“Jadi Anda memberikan jalan kepada FaceApp, dan itu bebas royalti untuk memakai, mengadaptasi, mempublikasi, dan menyebarkan konten di seluruh format media ketika Anda mempostingnya,” ucapnya.

Aplikasi ini juga bisa mendownload konten secara sembunyi-sembunyi atau tanpa sepengetahuan Anda. Hal itu dapat terjadi ketika Anda memberikan akses kepada FaceApp.

Selain itu, aplikasi yang dapat mentransformasi foto Anda ini juga bisa membuka semua foto yang ada di album dengan tidak diketahui oleh Anda. Namun itu bisa berjalan di ponsel yang diinstal terutama iPhone yang menggunakan OS versi 11.

Hal sependapat dikatakan oleh mantan CEO perusahaan cloud Rackspace, Rob La Gesse, dan CEO Guardian Firewall, Will Strafach, seperti dilansir dari berbagai sumber.

Bahkan menurut Rob La Gesse, FaceApp juga mempunyai akses guna me-refresh background. “jadi saat Kamu tidak memakainya, maka aplikasi ini bisa memanfaatkannya,” ungkapnya.

Kekhawatiran lainnya yaitu persoalan penyimpanan data. Sementara dari kebijakan privasi di aplikasi ini, semua data tersimpan serta diproses di Amerika Serikat, atau bisa juga negara lainnya tempat aplikasi ini berbisnis.

Sementara ahli keamanan digital lainnya, Ariel Hochstadt mengatakan, hacker yang berhasil membobol sistem keamanan aplikasi perubah wajah ini, sangat dimungkinkan bisa melacak aktivitas pengguna.

Sementara Yaroslav Goncharov, CEO Wireless Lab pengembang FaceApp mengatakan, bahwa foto-foto tersebut tidak lama langsung dihapus sesudah pengguna mengungahnya ke cloud.

“Jadi foto pengguna tidak dikumpulkan,” ungkapnya.

Alasan pihaknya ‘mewajibkan’ pengguna untuk mengunggah foto yang akan diedit itu ke cloud, adalah guna menghemat bandwith apabila banyak filter digunakan

Namun dalam ketentuan yang dituliskan oleh pihak pengembang mengatakan “kami tidak akan menyewakan atau menjual informasi Anda kepada pihak ketiga di luar FaceApp”.

Namun, tertuang juga dalam ketentuan bahwa pihak FaceApp menyebarkan data itu dengan “mitra iklan pihak ketiga” untuk iklan tertarget.

Jadi jangan kaget jika Anda menjadi bintang iklan tanpa bayaran, karena foto tersebut nantinya muncul di sebuah iklan yang tentunya tidak ada pemberitahuan kepada Anda. (Adi/R5/HR-Online)