Fenomena Alam Menarik Gerhana Bulan Parsial

Fenomena Alam Menarik Gerhana Bulan Parsial
Foto : Gerhana Bulan Parsial yang diprediksi bakal terjadi minggu ini. (AP)

Gerhana bulan parsial, fenomena alam menarik ini diprediksi bakal terjadi di Indonesia. Gerhana bulan ini diperkirakan bakal muncul pada 17 Juli 2019 sekitar pukul 01:43 WIB. Gerhana bulan ini juga diprediksi memiliki durasi lama, yakni 4 jam 28 menit!

Berikut ini fakta menarik terkait fenomena gerhana bulan parsial;

Durasi 4 jam 28 menit

Gerhana Bulan ini bakal terlihat di Indonesia pada tanggal 17 Juli 2019 atau Rabu dini hari, sekitar pukul 01:43 WIB. Gerhana ini diperkirakan berdurasi 4 jam 28 menit. Gerhana kemungkinan bakal berakhir pada pukul 06:11 WIB. Dan puncak gerhana bulan ini akan terjadi pada pukul 04:30 WIB.

Terlihat di Negara lain

Selain terlihat di Indonesia, gerhana bulan ini juga terlihat di sejumlah negara. Dilansir dari berbagai sumber, gerhana ini juga akan terlihat di Belgia, Thailand, Portugal, Britania Raya. Hongaria, Mesir, Turki, Prancis, Yunani, Myanmar, Spanyol, Brazil, Australia, Afrika Selatan, Argentina, Nigeria, India dan Rusia.

Terulang 18 tahun lagi

Gerhana bulan ini masuk dalam seri Saros 139. Dan pada 17 Juli nanti, gerhana parsial ini merupakan kali ke-21. Sedangkan gerhana seri Saros 139 ke-22 diperkirakan bakal terjadi 18 tahun lagi. Tepatnya, sekitar tanggal 27 Juli 2037. Dan Gerhana seri Saros 139 ke-22 diperkirakan hanya akan terlihat di benua Amerika.

Peringatan ke 50 Peluncuran Roket Apollo 11

Gerhana bulan parsial ini juga bertepatan dengan hari peringatan ke 50 peluncuran roket Apollo 11. Roket Apollo 11 merupakan roket perama yang mendaratkan manusia di bulan.

Gerhana bulan ini terjadi ketika sebagian penampakan bulan tertutup bayangan bumi. Kondisi ini terjadi ketika bumi berada diantara matahari dan bulan serta dalam satu garis lurus yang sama. Sinar Matahari tidak mencapai bulan karena kondisinya terhalang bumi.

Garis lurus matahari, bumi dan bulan yang terjadi saat ini mengakibatkan gerhana bulan parsial. Ha itu terjadi lantaran bulan bergeser miring dari garis langsung bayangan bumi.

Gerhana bulan parsial ini terjadi setelah gerhana matahari total terlihat dua minggu lalu di Amerika Selatan. Fenomena berdasarkan pada pola astronomi khas gerhana yang terjadi dalam kurun dua minggu pasca gerhana matahari. (Deni/R4/HR-Online)