Gaungnya Menghilang, Kemana Persikoban Kota Banjar?

Persikoban gagal ikut liga 3
Bentangan spanduk protes dari Suporter Persikoban Kota Banjar di Stadion Langensari. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Tim Sepakbola kebanggaan Kota Banjar, Persikoban, setelah mampu mengikuti dan menyelesaikan kompetisi Liga 3 Regional Jabar tahun 2018 lalu, kini belum ada tanda-tanda bakal mengikuti kompetisi sepakbola serupa di tahun 2019, seolah gaungnya menghilang.

Padahal biasanya kompetisi tersebut sudah mulai digelar pada pertengahan tahun. Namun, di tahun ini belum terlihat aktivitas akan eksistensi tim sepakbola yang dicintai warga Kota Banjar ini. Kondisi demikian tampaknya menjadi kekecewaan yang mendalam bagi warga Banjar, khususnya suporter Persikoban.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Askot PSSI Kota Banjar, Tanto, yang juga Kasi. Pembinaan Olahraga Masyarakat Dispora Kota Banjar, mengaku kalau organisasinya tak bisa berbuat banyak karena persoalan itu menjadi ranah pengurus Persikoban.

“Ya mungkin ada masalah klasik yang menempa di dalam intern Persikoban, dalam hal ini soal keuangan klub yang tersedia. Yang jelas kita hanya bisa memberikan saran saja,” katanya, saat dikonfirmasi Koran HR, belum lama ini.

Dia menyebutkan, guna membedah persepakbolaan di Kota Banjar ini perlu dilaksanakan semacam saresehan. Tak ada salahnya diinisiasi oleh para komunitas suporter Persikoban yang membuat acaranya.

“Undang pihak-pihak yang peduli, seperti tokoh atau mantan pemain Persiban, juga yang paling pokok bisa menghadirkan para pengusaha Kota Banjar, dan tentunya mengundang pengurus Persikoban, juga kami pengurus Askot PSSI Banjar. Termasuk pemangku kebijakan,” ujar Tanto.

Menurutnya, dalam acara seperti itu akan bisa diketahui permasalahan yang ada, dan nantinya bisa diketahui khalayak warga Kota Banjar, khususnya bagi komunitas suporter, sehingga diharapkan dapat solusi terbaik demi tetap eksistensinya Persikoban dalam percaturan persepakbolaan, khususnya Jawa Barat.

“Untuk lebih jauhnya, bisa ditanyakan langsung ke pengurus Persikoban. Saat ini ketuanya adalah Haji Rachwan, atas penyerahan kepengurusan dari ketua sebelumnya, yakni Mamat Abidin, yang sekarang sedang sibuk pencalonan kepala desa di desanya,” kata Tanto.

Meski demikian, dirinya mengaku sudah menerima informasi mengenai gelaran kompetisi Liga 3 Jabar 2019, atas surat yang diterimanya dari Asprov PSSI Jabar bernomor 450/JBR/UD/180/V-2019 tertanggal 30 Mei 2019, dengan perihal Pemberitahuan Kompetisi 2019.

Dalam isi surat itu menyebutkan, bahwa kompetisi Liga 3 terbagi menjadi dua bagian, yakni Seri 1 dan Seri 2. Adanya perubahan format kompetisi sebagai wujud amanat reformasi Liga 3 Jabar 2019, tujuannya untuk meningkatkan mutu kompetisi.

Tanto juga menjelaskan, untuk kompetisi Liga 3 Seri 1, salah satu ketentuannya adalah terkait aspek club licensing yang terdiri dari 4 kriteria, yakni standarisasi organisasi dan manajemen klub, fasilitas klub dan fasilitas pertandingan home, standarisasi keuangan klub dan suporter, dalam hal ini mempunyai tim U-17 dan SSB, atau SSB yang berafiliasi dengan klub yang bersangkutan.

“Jadi, untuk kompetisi Liga 3 Seri 1 tahun 2019 ini, Persikoban akan sangat berat bisa tampil. Ya itu tadi, ketika kriteria tersebut diverifikasi. Kita ketahui Persikoban ini kan lemah dalam keuangan klub, kalau kriteria lainnya Insya Allah memenuhi,” katanya.

Meski begitu, pihaknya belum tahu apakah Persikoban bisa ikut kompetisi atau tidak. Saat ini masih tahap verifikasi oleh Asprov PSSI Jabar. Namun, pihaknya pun tidak tahu, apakah Persikoban mengajukan untuk diverifikasi atau tidak. Jika tidak, otomatis tidak bisa ikut tampil dalam kompetisi Liga 3 Seri 1.

Sementara, untuk Liga 3 Seri 2, imbuh Tanto, kompetisi ini akan dikuti oleh klub yang mendaftarkan diri di luar peserta Liga 3 Seri 1. Di Seri 2 ini ketentuannya lebih ringan karena tak ada club licensing.

“Ya lihat saja nanti bulan Agustus, apakah Persikoban ikut kompetisi atau tidak. Coba tanya saja kepada Ketua Persikoban,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, HR belum sempat mengkonfirmasi H. Rahwan, sebagai Ketua Persikoban yang baru. (Nanks/Koran HR)