Hektaran Sawah di Banjarsari Ciamis Terancam Gagal Panen

Terancam Gagal Panen
Pemerintah mendirikan posko antisipasi dan penanggulangan kekeringan di Kantor UPTD Pengembangan Pertanian dan Ketahanan Pangan. Foto : Suherman/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kemarau panjang mengakibatkan hektaran sawah di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, terancam gagal panen. Akibat kemarau panjang tersebut, pemerintah terpaksa mendirikan posko antisipasi dan penanggulangan kekeringan yang berlokasi di Kantor UPTD Pengembangan Pertanian dan Ketahanan Pangan, di Desa Sindangasih, Banjarsari. 

Camat Banjarsari, drs. Dedy Mudyana, membenarkan hal tersebut. Menurut dia, kondisi kekeringan di wilayah Kecamatan Banjarsari kondisinya semakin parah. Bahkan ribuan hektar sawah kini terancam gagal panen.

“Karena kondisi pertanian di wilayah Banjarsari makin parah, maka kemarin kami mendirikan posko kekeringan. Lokasinya di Kantor UPTD Pengembangan Pertanian dan Ketahanan Pangan,” kata Dedy.

Sebelumnya, Dedy menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta unsur Muspika dan intansi di lingkungan Kkecamatan Banjarsari.

Posko kekeringan tersebut, lanjut Dedy, sengaja didirikan dengan tujuan untuk mendata lokasi kekeringan serta jumlah kerugian yang dialami petani. Sementara ini, dari total 2.130 hektar lahan sawah di Banjarsari, 579 hektar diantaranya mengalami gagal panen (puso).

“Rata-rata perhektarnya bisa menghasilkan panen 6 ton. Maka jumlah kerugiannya adalah sebanyak 3.474 ton. Dan jika diuangkan mencapai Rp. 17.370.000.000.- (tujuh belas milyar tiga ratus tujuh puluh juta rupiah),” katanya.

Untuk menggali informasi lebih detil terkait kerugian petani, Koran HR mencoba melakukan konfirmasi langsung ke petugas di posko. Sayangnya, petugas yang jaga di posko enggan memberikan keterangan.

Begitupun ketika Koran HR mengirimkan pesan WhatsApp, Petugas Pengendali Organisme Penganggu Tanaman (POPT), Siryana, dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Jiji, keduanya sama-sama tidak memberikan keterangan. 

Anggota Barisan Muda Banjarsari Kawasen Bersatu (BMBKB), Didu, menyayangkan sikap petugas BP3K Banjarsari yang kurang respon dan enggan memberikan keterangan saat Koran HR ingin melakukan konfirmasi berita.

Dari pantauan Koran HR, banyak petani di wilayah Kecamatan Banjarsari yang mengaku belum mengetahui keberadaan posko kekeringan tersebut. Termasuk soal manfaat serta tujuan dari keberadaan Posko Kekeringan itu. (Suherman/Koran HR)

Loading...