Hmm! Tak Satupun DPRD Ciamis Tampung Aspirasi Tuntutan RS Banjarsari

RS Banjarsari
Aksi penggalangan dana pembangunan RSU Kawasen. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Aksi damai penggalangan dana untuk pembangunan RS Banjarsari hingga saat ini masih terus berjalan. Namun sayang, hingga hari ke 10 tak satu pun anggota DPRD Kabupaten Ciamis yang turun untuk menampung aspirasi warga Kawasen.

Ketua Gibas Banjarsari, Agus Betay, Selasa (02/07/2019), mengaku kecewa atas sikap para wakil rakyat yang terkesan tidak mau menanggapi, apalagi menampung aspirasi dari Paguyuban Kawasen Berdaulat.

“Terus terang kami kecewa. Hingga saat ini, tak satupun anggota dewan yang menampakkan batang hidungnya, sekedar untuk mendengar dan membawa aspirasi kami. Padahal semestinya mereka itu lebih peka dan mau memperjuangkan aspirasi kami,” katanya.

Agus mengatakan, persoalan pembangunan Ciamis selatan (eks Kwadanan Banjarsari) yang selalu termarginalkan menuntut relawan untuk berjuang demi tujuan pemerataan pembangunan di wilayah Banjarsari.

“Keinginan nomor satu adalah pembangunan rumah sakit agar segera direalisasikan. Begitupun pengadaan mobil damkar yang dibutuhkan oleh warga Kawasen. Maka dari itu, kami akan terus berjuang demi tercapainya ini,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Agus juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Pemkab Ciamis yang selelu menebar janji manis tanpa diiringi realisasi.

“Belum ada komunikasi khusus dengan Pemkab Ciamis. Hanya saja, sudah ada beberapa dari kami yang dihubungi. Namun itu belum ditanggapi secara serius. Karena kami berharap komunikasi secara langsung, duduk bersama dan membahas persoalan. Kami tidak berharap adanya upaya-upaya pemerintah menggembosi semangat kami,” katanya.

Ketua LSM GMBI Kecamatan Banjarsari, Jajang Iskandar, mengaku masih kecewa dengan penyataan Kabag Hukum Pemda Ciamis. menurut dia, pernyataan tersebut sangat menyakiti hati warga Kawasen.

“Jelaslah kami kecewa. Kami harap seorang Kabag Hukum itu bicaranya jangan asal jeplak. Silahkan turun kesini dan beri klarifikasi. Karena kami tidak bicara soal individu, namun soal nasib Kawasen,” katanya.

saat ini, lanjut Jajang, para aktivis kawasen bersatu belum mengarah kepada upaya pemekaran. Namun tuntutan warga Kawasen semata-mata ingin hak-haknya dipenuhi. Salah satunya adalah pembangunan rumah sakit. Tapi jika tuntutan-tuntutan itu tidak direalisasikan, warga Kawasen akan menuntut pemekaran.

Ketua Koordinator pelaksana lapangan, Cemoy Sunda Wibawa, mengatakan, kegiatan penggalangan dana tersebut murni atas kesadaran warga Kawasen yang mengharapkan segera berdirinya rumah sakit di Banjarsari.

“Kegiatan ini sudah memasuki hari ke 10. Namun terus terang saja, untuk nominal yang terkumpul masih belum seberap. Dalam sehari sumbangan yang masuk tidak menentu. Jika dirata-rata paling sekitar Rp 200 ribuan,” katanya.

Karena jumlah donasi di jalan sulit mencapai target, maka pihkanya sepakat akan berkeliling ke setiap intansi yang ada di eks Kwadanan Banjarsari. Saat ini pihaknya sedang menyusun proposal. Sasaran donaturnya adalah para pengusaha, kantor desa serta lembaga intansi lainnya yang ada di wilayah tersebut. (Suherman/Koran HR)

Loading...
Loading...