Mandi Terlalu Lama Saat Musim Kemarau Bikin Kulit Makin Kering

Mandi terlalu lama saat musim kemarau seperti sekarang ini bisa membuat kulit menjadi lebih kering, hingga berujung gatal dan infeksi. Photo : Ilustrasi/Net.

Berita Gaya Hidup (harapanrakyat.com),- Mandi terlalu lama saat musim kemarau seperti sekarang ini bisa membuat kulit menjadi lebih kering, hingga berujung gatal dan infeksi.

Dirangkum HR Online dari berbagai sumber, Kamis (18/07/2019), Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) menyarankan untuk mengurangi durasi mandi saat musim kemarau. Idealnya durasi mandi saat kemarau adalah 5 menit.

Sedangkan, air yang digunakan bisa bersuhu hangat atau dingin, dan jangan menggunakan air panas, terlebih berendam di air belerang. Hal ini akan membuat kulit tambah kering.

Disarankan pula menyabuni tubuh menggunakan sabun yang mengandung pelembap, dan setelah mandi pastikan memakai losion pelembap ke seluruh bagian tubuh. Kemudian, diamkan sejenak supaya menyerap, setelah itu baru memakai baju.

Jika kondisi kulitnya sangat kering, disarankan sebelum tidur pun gunakan lotion. Selain itu, agar kulit tetap lembap, jangan mandi menggunakan sabun antiseptik selama musim kemarau. Karena, sabun jenis tersebut bisa membuat kulit menjadi kering.

Meski begitu, tidak selamanya sabun antiseptik dihindari. Sabun jenis ini masih diperlukan untuk membersihkan kulit setelah melakukan aktifitas di luar ruangan dan terpapar cahaya sinar matahari.

Kulit kering selama musim kemarau bisa semakin parah jika seseorang mempunyai penyakit dasar alergi maupun penyakit ginjal atau hati, sehingga kondisi kulit pun akan semakin kering.

Memang mandi lama bisa merelaksasi otot. Mandi menggunakan air hangat dengan waktu yang lama juga dapat mengurangi ketegangan otot serta memberikan efek rileks pada tubuh. Hal itu karena kondisi otot yang rileks bisa mengurangi stres dan ketegangan syaraf.

Namun, di sisi lain kamu juga harus memperhatikan dampak buruk jika mandi terlalu lama saat musim kemarau. Berikut ini beberapa dampak buruk akibat mandi terlalu lama saat musim kemarau.

Memicu Rasa Gatal

Terlalu lama mandi tenyata bisa memicu rasa gatal pada kulit. Untuk mencegahnya, aturlah temperatur air ketika mandi menjadi cenderung hangat.

Menghilangkan Pelidung Alami Kulit

Terlalu lama mandi akan membuat kulit tidak nyaman jika mandinya menggunakan air panas. Hal ini dapat mengganggu kestabilan pelindung alami kulit dan juga kelembapannya. Sebab, pelindung kulit sangat penting guna mencegah terjadinya iritasi pada kulit.

Bisa Menimbulkan Efek Pusing

Terlalu lama berdiri di bawah shower maka tekanan darah cenderung akan turun. Kalau kamu memiliki masalah serius dengan tekanan darah atau jantung, disarankan berkonsultasi dengan dokter supaya bisa mendapatkan penanganan yang tepat

Menimbulkan Kemerahan

Dampak buruk lainnya adalah melebarnya pembuluh darah. Hal ini akan mengakibatkan munculnya kemerahan pada kulit. Untuk mengurangi kemerahan, kamu bisa mengurangi suhu air serta durasi ketika mandi.

Untuk menghindari kulit kering selama musim kemarau, ada cara yang lebih mudah, yakni cukup mengonsumsi air putih dan konsumsi sayur dan buah yang cukup. (Eva/R3/HR-Online)