Jelang Idul Adha, Disnakkan Ciamis Gencar Sosialisasi Cara Sembelih Hewan Kurban

cara sembelih hewan kurban
Disnakkan Ciamis gencar sosialisasikan cara sembelih hewan kurban dan memilih hewan kurbah yang sehat. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Menjelang hari raya Idul Adha, pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis gencar melakukan sosialisasi cara sembelih hewan kurban yang baik dan benar serta sesuai norma agama. 

“Selain itu, Dinas Peternakan juga mensosialisasikan cara memilih hewan kurban yang sehat kepada setiap Dewan Keamanan Mesjid (DKM) se-Kabupaten Ciamis,” terang Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis Otong Bustomi. 

Pihaknya mengaku bekerjasama dengan Majlis Ulama Indonesia (MUI) dalam melakukan sosialisasi cara sembelih hewan kurban kepada sejumlah DKM di Ciamis.

“Alhamdulillah, responnya sangat baik, para DKM mengaku jadi punya wawasan lebih utamanya tentang cara memilih hewan kurban yang sehat,” ucapnya. 

Dinas Peternakan juga, lanjut Otong akan melakukan pemeriksaan hewan kurban dalam waktu dekat. Rencananya Disnakkan Ciamis akan menyusun 30 personil yang terdiri dari petugas dokter hewan dan paramedis di tiap Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Dinas Peternakan.

Tujuannya untuk memeriksa hewan kurban dan mengecek kondisinya, kesehatannya, umurnya serta menghindari hewan yang dianggap cacat.

“Jika layak kurban kami akan kasih tanda di hewannya dengan dikasih tulisan, biar masyarakat Ciamis terjamin untuk menjalankan ibadah kurbannya,” jelasnya. 

Pada saat Hari Raya Kurban pun, petugas dari Dinas Peternakan, akan melakukan pemeriksaan organ-organ tubuh hewan kurban yang telah disembelih. 

“Hal ini dilakukan untuk menghindari penyakit hewan yang bisa terdeteksi dari luar, seperti cacing sapi dan lainnya,” tandasnya. 

Otong menambahkan, bagi pedagang ternak dari luar Ciamis, yang berasal dari Jawa Tengah dan daerah lainnya yang sengaja berdagang di wilayah Ciamis, akan diperiksa kesehatan hewan dan kelayakan surat-suratnya (sertifikat). 

“Jika tidak diperiksa dikhawatirkan nanti jika sapi tidak sehat akan membawa penyakit, pun kalau hewannya hasil curian nanti jadi tidak halal untuk dikurbankan,” pungkasnya. (Jujang/R7/HR-Online)