Jembatan Gantung Waringinsari-Sidamulya Kota Banjar Perlu Direnovasi

jembatan gantung waringinsari-sidamulya
Jembatan gantung Waringinsari-Sidamulya, Kota Banjar, Jawa Barat kondisinya mengkhawatirkan sehingga perlu segera direnovasi. Foto: Sugeng Pangestu/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Jembatan Gantung Waringinsari-Sidamulya yang berada di Kota Banjar, Jawa Barat perlu direnovasi. Jembatan yang dibangun 6 tahun yang lalu ini kawat ramnya sudah banyak yang jebol. Padahal kawat ram ini berguna sebagai pelindung pertama jika ada warga yang terjatuh ketika melintas.  

Selain itu, kondisi jembatan yang dibangun dengan dana APBD Kota Banjar ini, kawat seling pengaitnya sudah lama lepas dan dibiarkan begitu saja tanpa diperbaiki.

“Pada tahun 2016, kawat seling juga ada yang lepas di sisi bagian tengah jembatan, tapi segera dibetulkan, sehingga warga tidak takut melintas,” kata Sakiman (43), warga Rejamulya RT 004 RW 002 Sidamulya, Wanareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sakiman yang berprofesi sebagai montir bengkel sepeda motor ini, mengatakan dirinya tidak keberatan jika diminta memasangkan kawat seling di jembatan gantung Waringinsari-Sidamulya yang saat ini sudah lepas. Namun pria yang akrab dipanggil Imang ini mengaku tidak berani memasangkan kawat seling lantaran takut salah dalam memasangnya.

“Saya sih tidak takut melintas, meskipun tali seling ada yang lepas, saya hanya kasihan pada Ibu-ibu dan anak-anak, karena pagar pembatas kanan dan kirinya pada jebol,” kata Imang.

Hal senada diungkapkan Budi Eriyanto (27), warga Citamiang, Cintaratu, Kecamatan Lakbok Ciamis ini juga mengatakan kawat ram pada sisi kanan-kiri jembatan mengkhawatirkan.

“Sudah banyak yang jebol, kalau ada yang jatuh, pastilah langsung ke Sungai Citanduy, karena penghalangnya jebol dan sudah lapuk,” kata Budi.

Budi menambahkan, pada waktu malam hari, jembatan sangat gelap, apalagi di tengah-tengah jembatan, lantaran tidak ada penerangan yang memadai.

“Kalau bisa jembatan dikasih lampu lah, lampu tembak barangkali, karena jika ada yang melintas pada malam hari kemudian tersungkur jatuh, karena goyangnya jembatan yang berlebih akibat kawat seling yang lepas, apalagi kawat pelindungnya lapuk, pastilah wassalam (mati, red),” katanya.

Budi Pranowo (47) Ketua Lembaga pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sukanegara Waringinsari, Kecamatan Langensari Kota Banjar juga mengatakan jembatan gantung Waringinsari-Sidamulya sudah seharusnya direnovasi.

“Kami sebagai warga berharap diijinkan memelihara jembatan karena kami yang paling dekat, kalau bisa mah dibuatkan izin lah dari dinas terkait bahwa kami pemeliharanya, misalkan dengan kami berjaga di sana dan selalu memantaunya. Apabila terlihat ada kerusakan, maka segera kami laporkan dan material disediakan oleh pemerintah terkait, biar kami yang mengerjakannya,” kata dia. (Sugeng/R7/HR-Online)