Kekeringan, Petani Kota Banjar Semangat Tanam Palawija

petani kota banjar
Petani Kota Banjar, Jawa Barat memilih memanfaatkan lahan pesawahan yang kering dengan ditanami palawija. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Kekeringan lahan pertanian akibat musim kemarau berkepanjangan yang terjadi di beberapa daerah di Kota Banjar, Jawa Barat rupanya tak menyurutkan petani kota Banjar mengayunkan cangkul untuk bercocok tanam. Mereka memilih untuk menanam tanaman palawija di areal pesawahan yang biasanya ditanami padi.

Kaswan (67), salah seorang petani di Dusun Sukahurip, Desa/Kecamatan Langensari, mengatakan, sebetulnya kekeringan area pertanian di tempatnya sudah mulai terasa dari bulan Ramadan lalu.

“Saya saja sudah menyemai benih padi tapi nggak jadi tanam,” ujar Kaswan kepada HR Online, Selasa (16/7/19).

Daripada lahan sawahnya terbengkalai karena tidak ada hujan, Kaswan memanfaatkan lahan persawahan miliknya untuk menanam palawija, yakni kacang tanah.  

“Namanya juga petani ya begini, harus pandai memanfaatkan lahan, kan lebih baik ditanami daripada menunggu hujan belum tentu turun,” kata Kaswan.

Selain memanfaatkan lahan pesawahan yang kering, menanam palawija juga dipilih Kaswan dengan tujuan agar lahan tidak rusak dan supaya tidak tumbuh banyak rumput.

“Kalau tidak ditanami dan dibiarkan begitu saja, nanti lahannya malah rusak, dan banyak tumbuh rumput, tambah repot nanti,” jelasnya.

Menurut Kaswan, saat ini tanaman kacangnya baru berumur 20 hari, untuk sampai masa panen harus menunggu kira-kira 80 hari atau sekitar 2,5 bulan, baru bisa dipanen.

“Insya Allah nunggu panen sekitar 2,5 bulan lagi,” katanya.

Sementara Een, petani dari Kota Banjar lainnya, menambahkan, pesawahan di tempatnya kekurangan  air lantaran tidak memiliki saluran irigasi.

“Untuk perawatan tanaman palawija kebanyakan memanfaatkan air sumur bor menggunakan mesin jenset atau diesel,” kata Een.

Kondisi ini jauh berbeda dengan kondisi petani di wilayah Langensari, Kota Banjar lainnya. Areal pesawahan yang sudah memiliki saluran irigasi tidak membuat para petani pusing lantaran kekeringan. Air dari irigasi cukup untuk membuat padi di lahan petani menghijau dan akan siap panen dalam beberapa bulan ke depan.

“Kalau petani di tempat lain, karena sudah ada irigasi, mereka bisa menyelesaikan masa tanam padi, bahkan padinya sudah tumbuh menghijau sekarang,”  pungkas petani kota Banjar ini. (Muhlisin/R7/HR-Online)