Kisah Pemenang Umroh Jalan Santai Hari Jadi Ciamis, Sebelum Berangkat Minta Dido’akan Suami

pemenang umroh jalan santai
Suryati (60) warga Karangsari, Maleber, Kecamatan/Kabupaten Ciamis, pemenang umroh jalan santai Hari Jadi Ciamis ke-377, Minggu (14/7/2019). Foto: Dokpri

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Suryati (60) tidak punya firasat apapun saat akhirnya jadi pemenang umroh jalan santai Hari Jadi Ciamis ke-377, Minggu (14/7/2019).

Warga Dusun Karangsari RT 03 RW 10 Kelurahan Maleber, Kecamatan/Kabupaten Ciamis itu hanya sempat meminta dido’akan suaminya sebelum mengikuti jalan santai yang dilepas oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil tersebut.

“Tidak kepikiran apa-apa sebelum berangkat, cuma tadi sebelum ikut jalan santai sempat minta dido’akan sama suami yang mau berangkat kerja, Bapak do’akeun Mamah, upami kenging mereun janten milik, upami henteu mudah-mudahan mah sing sehat,” terang Suryati seraya menahan tangis.

Ibu dari 4 orang anak ini mengatakan dirinya belum pernah pergi umroh, karena itu ia mengaku mengucap syukur berkali-kali telah diberi kesempatan untuk pergi umroh lewat hadiah jalan santai Hari Jadi Ciamis ke-377.

“Tidak terlalu berharap, tapi sebelum berangkat berdo’a dulu mudah-mudahan kalau ada miliknya, tapi kalaupun tidak dapat yang penting sehat,” ucapnya.

Suryati mengaku sempat bingung saat diminta untuk datang ke Humas Setda Kabupaten Ciamis, lantaran dirinya tidak mengetahui di mana kantor Humas.

“Tadi kata Pak Bupati bilangnya, besok Ibu datang ke Humas, masih bingung Humas dimana? Tapi besok mau diantar sama anak untuk ke sana,” katanya.

Suryati juga mengatakan, sebagai pemenang umroh jalan santai Hari Jadi Ciamis ke-377, dirinya sempat ditanya oleh salah seorang panitia, apakah hadiahnya akan diambil atau tidak.

“Kalau pak Bupati mah tidak bilang apa-apa lagi, cuma ketika turun ke bawah, ada yang menghampiri dan bertanya apakah hadiahnya mau diambil, terus saya bilang mau rundingan dulu sama suami, terus katanya kalau mau berangkat berdua sama suami, suami mah harus bayar,” terang Suryati.

Sehari-hari Suryati disibukkan dengan mengurus cucu-cucunya. Sementara suaminya bekerja di salah satu Perumahan di Desa Utama, Cijeungjing.

“Kalau dulu mah sering kerja di rumah-rumah tetangga, tapi sekarang kata anak-anak, sudah saja jangan kerja lagi, karena udah keadaannya kayak gini, tos teu kiat damel beurat,” katanya.

Suryati berhenti bekerja lantaran bebannya sudah cukup ringan, keempat anaknya sudah mandiri. “Sekarang sudah tidak ada yang disekolahkan lagi, jadi sudah tidak bekerja,” lanjutnya.

Suryati berharap dirinya dalam keadaan sehat wal afiat sampai masa umroh tiba dan bisa pulang dengan selamat.

“Mudah-mudahan mah sehat sampai nanti benar-benar pergi umroh dan kembali ke Ciamis,” pungkasnya. (Ndu/R7/HR-Online)