Musim Kemarau, Pengurus SAB Raspati Ciamis Berlakukan Jadwal Pembagian Air

Pengurus SAB Raspati
Ilustrasi. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Untuk memenuhi kebutuhan air bersih terhadap 81 pelanggan yang berada di lima RT, pengurus Sarana Air Bersih (SAB) Raspati yang berada di dusun Balemoyan, Desa Mekarjaya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis menggunakan jadwal pembagian air. Hal tersebut dilakukan pengurus SAB Raspati akibat musim kemarau sehingga pasokan air berkurang dan harus ada pengaturan.

Dedi Kusmayadi, salah seorang pengurus SAB Raspati, menjelaskan, meski stok air di penampungan dan juga sumur masih berjalan baik, akan tetapi pihaknya sudah mulai memberlakukan jadwal pembagian air.

“Air di sumur masih ada dan masih bisa ditampung dengan baik untuk kebutuhan pelanggan, namun kita dari pengurus sudah memberlakukan jadwal buka tutup air ke dua wilayah yaitu wilayah atas dan wilayah bawah,” ungkapnya saat ditemui Koran HR, Selasa (16/7/2019).

Lebih lanjut Dedi mengatakan, diberlakukannya jadwal buka tutup tersebut bukan berarti mengurangi pasokan air, melainkan supaya air yang dibutuhkan warga bisa tetap ada di penampungan yang nantinya akan dialirkan ke warga.

Untuk jadwal sendiri kata Dedi, pemadaman air diberlakukan dari pukul 19.00 hingga pukul 04.00 dini hari dan itu berlaku untuk pelanggan yang berada di RT 1, 2 dan 3. Saluran air akan dibuka kembali mulai pukul 04.00 sampai 09.00 siang.

“Dikarenakan posisi RT 1, 2, dan 3 berada di bawah, maka diberlakukan buka tutup dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh pengurus, namun untuk RT 04 dan RT 05 tidak ada buka tutup jalur karena berada di jalur atas, kalau RT 1, 2, dan 3 tidak diberlakukan buka tutup maka jalur atas tidak kebagian air,” jelasnya.

Untuk musim kemarau saat ini kata Dedi, jika mesin penyedot air terus menerus berputar tidak henti, maka dipastikan pasokan air akan tersendat, lantaran apabila mesin rusak akan menghambat pasokan air.

Saat ini kata Dedi, air yang berada di sumur sudah mulai berkurang akibat musim kemarau yang sudah berlangsung hingga tiga bulan. Karena itu, air yang sekarang tersedia harus bisa dimanfaatkan dengan bagi supaya pelanggan tetap kebagian air.

“Saat ini kami dari pengurus mengimbau kepada warga yang menjadi pelanggan SAB supaya bisa menyediakan bak penampungan untuk menyimpan air, hal itu agar tidak selalu mengandalkan air dari kran langsung ketika butuh air, tetapi sudah punya stok air dalam penampungan,” pungkasnya.

Sementara Wawan pelanggan Air SAB Raspati ketika ditemui Koran HR, membenarkan  adanya jadwal penggunaan air untuk wilayahnya. Dirinya memaklumi jika hal itu harus dilakukan oleh pengurus SAB terlebih sekarang musim kemarau.

“Meski sekarang musim kemarau dan pengurus memberlakukan jadwal buka tutup air, akan tetapi air bersih yang dibutuhkan masih mengalir dengan baik tanpa ada kendala, kecuali kendala terjadi ketika ada kerusakan pompa air,” katanya.

Lebih lanjut kata Wawan, dengan adanya SAB ini, warga masyarakat yang berada di lima RT dan jadi pelanggan SAB masih bisa menerima pasokan air bersih dengan baik, meski dalam keadaan musim kemarau.

Padahal kata dia, sebelum ada SAB, lima RT ini kesulitan air bersih sehingga harus mencari dan membuat sumur di sisi sungai Cihaniwung untuk sekedar memenuhi kebutuhan air bersih yang diperlukan saat musim kemaru.

“Kemaru satu bulan saja kita selalu kesulitan air bersih dan itu terlihat jika kolam mengering dan itu tandanya kemarau panjang, sehingga kami bersama warga lain harus mencari dan membuat sumur dadakan di sisi sungai Cihaniwung agar kebutuhan air bersih terpenuhi, namun setelah ada SAB sekarang ini kita tidak kesulitan air,” jelasnya. (ES/R7/Koran-HR)