Pangsa Pasar Batik Khas Kota Banjar Makin Berkembang

Batik Tarum
Proses pembuatan batik tarum di Gerai Gendis Batik, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Setelah diresmikan pada 10 Januari 2011 silam atau sudah berjalan selama 8 tahun, keberadaan batik tarum sebagai salah satu khas Kota Banjar terus mengalami perkembangan. Tak hanya di dalam wilayah daerah di ujung timur Jabar ini saja, pangsa pasarnya pun sekarang sudah merambah hingga ke luar daerah,  diantaranya Bandung dan Jakarta.

Heri (45), salah satu pengrajin batik tarum di Gerai Gendis Batik, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, kini kewalahan melayani orderan dari berbagai daerah. Banyaknya pesanan merupakan buah dari kegigihanya dalam mengembangkan dan mengenalkan batik tarum khas Kota Banjar ke luar daerah.

“Untuk penjualan di Kota Banjar saja saya sudah keteter, belum lagi pesanan yang datang dari luar kota, kebanyakan dari Bandung dan Jakarta. Untuk jenis kain, kita menyesuaikan dengan pesanan,” tutur Heri, kepada Koran HR, saat ditemui di gerai batiknya, Senin (08/07/2019).

Dalam pengerjaannya, ia dibantu oleh 8 orang karyawa yang kebanyakan ibu-ibu rumah tangga. Saat ini proses produksi dalam satu bulan bisa mencapai 200 hingga 300 helai kain batik. Harga per helainya dibandrol Rp 130 ribu. Terkait pemasaran ke luar kota, Heri mengaku dikerjakan sendiri via online.

Ia juga menyebutkan, ada banyak pilihan untuk motif batik yang dikerjakan di Gerai Gendis Batik, dengan varian warna-warna tua lebih dominan. Sedangkan, untuk bahannya ia datangkan dari daerah Cirebon, Jogjakarta, dan solo.

“Kalau yang lagi ramai sekarang motif batik rambutan batulawang, hanya saja motif dasarnya tetap tarum areuy karena itu ciri khasnya. Soal penambahan motif memang ada, paling tidak 2 tahun sekali baru dikeluarkan,” terang Heri.

Selain itu, untuk menjaga kualitas produk dan persaingan pasar, pihaknya selalu mengikuti pelatihan yang diselenggarakan di Balai Besar Jogjakarta. Heri berharap kedepan batik batik khas Kota Banjar ini bisa lebih dikembangkan lagi.

“Kemarin pelatihan lagi di Balai Besar di Jogjakarta, dan sekarang sedang tahap uji coba, mungkin bisa dilihat hasil perkembanganya dua tahun lagi,” pungkasnya. (Muhlisin/Koran HR)